KUDUS, Kaifanews — Kekeringan yang masih dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus mendorong berbagai pihak turun tangan menyalurkan bantuan air bersih. Salah satunya dilakukan DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus dengan mengirimkan dua truk tangki air ke Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.
Dua truk tangki tersebut masing-masing membawa sekitar 5.000 liter air bersih. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan PSI Kudus mencapai kurang lebih 10.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi kekeringan.
Ketua PSI Kabupaten Kudus Antoni Alfin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian partainya kepada masyarakat. Ia menegaskan, kepedulian sosial tidak semata-mata dilakukan ketika momentum politik seperti pemilu maupun pilkada semakin dekat.
“Kepedulian PSI untuk sesama tidak hanya dilakukan saat menjelang pemilu atau pilkada saja. Kami ingin kepedulian kepada masyarakat terus dilakukan ketika memang ada warga yang membutuhkan,” ujarnya saat ditemui pada Rabu 9 September 2026.
Menurut ketua partai berjuluk Gadjah Muria tersebut, bantuan air bersih tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran PSI di tengah masyarakat. Pihaknya berharap distribusi air dapat membantu meringankan kebutuhan warga Setrokalangan yang terdampak kekeringan.
“Kami berharap keterlibatan berbagai elemen dalam membantu masyarakat dapat terus berjalan, terutama selama kebutuhan air bersih masih dirasakan warga di wilayah yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus per Rabu, 9 September 2026, sejumlah desa masih membutuhkan droping air bersih.
Dihubungi terpisah, Ketua BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Jadmiko menyebut wilayah yang masih membutuhkan distribusi air bersih antara lain Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan; Desa Colo, Kecamatan Dawe; serta Desa Setrokalangan, Desa Kedungdowo dan Desa Mijen di Kecamatan Kaliwungu.
“Penanganan kekeringan melalui droping air bersih sendiri telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. BPBD Kudus juga terus melakukan asesmen data secara periodik untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan dan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Selain droping air, BPBD Kudus berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, Destana serta relawan gabungan dalam penanganan dampak kekeringan.
“Persoalan kekeringan di sejumlah wilayah khususnya di Kudus masih membutuhkan penanganan bersama. Droping air bersih menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi warga yang terdampak selama sumber air belum kembali normal,” tandasnya.







