KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk menerapkan pola hidup hemat energi, mulai dari penggunaan transportasi ramah lingkungan hingga penghematan listrik di lingkungan kantor.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran sekaligus mendukung gerakan penghematan energi di lingkungan pemerintah daerah.

Sam’ani mengatakan, ASN didorong untuk mulai membiasakan diri menggunakan sepeda, berjalan kaki, maupun memanfaatkan angkutan umum saat beraktivitas, selama masih memungkinkan.

“Ini kita ikuti, mengajarkan kepada teman-teman untuk menggunakan sepeda, angkutan umum, maupun jalan kaki,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan Rabu, 1 April 2026.

Selain penghematan bahan bakar, ia juga menekankan pentingnya disiplin dalam penggunaan energi listrik di kantor, seperti memastikan lampu dan pendingin ruangan dimatikan setelah jam kerja.

“Termasuk nanti kalau teman-teman sudah pulang, dicek AC, lampu untuk dimatikan,” katanya.

Menurutnya, gerakan efisiensi tersebut ditargetkan mampu menghasilkan penghematan sekitar 20 hingga 25 persen, baik dari sisi perjalanan dinas, penggunaan bahan bakar minyak (BBM), maupun konsumsi energi lainnya.

Ia juga memastikan bahwa kebijakan efisiensi seperti work from anywhere (WFA) maupun skema kerja lainnya tetap harus mengedepankan kualitas pelayanan publik.

“Semangatnya jangan sampai menelantarkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Pelayanan harus prima, harus cepat, harus tepat, dan berkualitas,” tegasnya.

Selain mengurangi perjalanan dinas yang tidak mendesak, ASN juga didorong memanfaatkan teknologi seperti rapat daring sebagai alternatif agar efisiensi dapat berjalan tanpa mengurangi kinerja.

Bupati juga membuka peluang penggunaan kendaraan listrik di lingkungan Pemkab Kudus secara bertahap, terutama dalam pengadaan kendaraan dinas baru.

“Kalau ada pengadaan kendaraan, ke depan bisa menggunakan kendaraan listrik,” jelasnya.

Ia juga menyinggung keberadaan industri elektronik lokal di Kudus seperti Polytron yang telah memproduksi sepeda motor dan mobil listrik sebagai bentuk kebanggaan produk dalam negeri.

“Kita gerakan produk anak bangsa, produk dalam negeri. Kita bangga karena di Kudus ada Polytron yang sudah membuat sepeda motor listrik maupun mobil listrik,” ucapnya.

Sam’ani berharap gerakan hemat energi tersebut dapat menjadi budaya baru di kalangan ASN sekaligus memberi contoh positif bagi masyarakat dalam mendukung efisiensi energi dan pelestarian lingkungan.

“Kalau dinasnya penting silakan, tapi kalau tidak penting bisa dilakukan secara daring sebagai bagian dari efisiensi,” tandasnya. (*)