KUDUS, Kaifanews — Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengapresiasi PT Mubarokfood Cipta Delicia yang konsisten melestarikan budaya lokal melalui Museum Jenang Mubarokfood. Keberadaan museum di Jalan Sunan Muria Nomor 33, Desa Glantengan, Kabupaten Kudus, dinilai menjadi salah satu cara menarik untuk mengenalkan sejarah dan kebudayaan daerah kepada generasi muda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apresiasi tersebut disampaikan Bellinda saat mengunjungi Museum Jenang Mubarokfood, Senin, 26 Oktober 2026. Menurutnya, upaya mengemas warisan budaya menjadi wisata edukasi dapat membantu masyarakat mengenal identitas Kudus dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.

Museum Jenang dan Gusjigang memiliki peran penting dalam memperkenalkan jenang sebagai kuliner khas sekaligus menyampaikan nilai sejarah dan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat Kudus.

“Keberadaan Museum Jenang dan Gusjigang ini menjadi wisata edukasi yang penting bagi Kabupaten Kudus. Masyarakat tidak hanya mengenal jenang sebagai kuliner khas, tetapi juga bisa belajar mengenai sejarah dan kebudayaan yang menjadi identitas Kudus,” ungkap Bellinda.

Ia menilai pelestarian budaya membutuhkan upaya berkelanjutan agar warisan daerah tidak berhenti menjadi cerita masa lalu. Generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mengenal, memahami, sekaligus menghargai nilai-nilai yang membentuk karakter daerahnya.

Menurut Bellinda, museum menjadi salah satu sarana yang dapat menjembatani pengetahuan tentang masa lalu dengan kehidupan generasi sekarang. Melalui penyajian sejarah dan budaya dalam bentuk wisata edukasi, masyarakat dapat belajar dengan pendekatan yang lebih menarik.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton saat mengunjungi Museum Jenang Mubarokfood di Jalan Sunan Muria, Glantengan, Kudus

Bellinda Ajak Sekolah dan Organisasi Ikut Melestarikan Budaya

Bellinda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan dan nilai-nilai kebudayaan yang diperkenalkan melalui Museum Jenang dan Gusjigang. Ia secara khusus mendorong keterlibatan dunia pendidikan dan organisasi kemasyarakatan agar pelestarian budaya menjangkau lebih banyak kalangan.

Menurutnya, sekolah dapat memanfaatkan museum sebagai ruang pembelajaran di luar kelas. Sementara itu, organisasi kemasyarakatan juga dapat berperan memperkenalkan tradisi dan identitas Kudus melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Pelestarian kebudayaan tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Kita perlu mendorong keterlibatan semua elemen masyarakat, mulai dari dunia pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan, agar kebudayaan Kudus tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia berharap Museum Jenang dan Gusjigang terus menjadi ruang edukasi yang mampu menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya mengenal produk khas daerah, tetapi juga memahami cerita, perjalanan sejarah, serta nilai-nilai yang menyertainya.

Bellinda juga menekankan pentingnya memperluas pengenalan kebudayaan Kudus agar tidak hanya dikenal oleh masyarakat setempat. Kekayaan budaya daerah, menurutnya, memiliki potensi untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas melalui pengembangan wisata edukasi dan keterlibatan berbagai komunitas.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton saat mengunjungi Museum Jenang Mubarokfood di Jalan Sunan Muria, Glantengan, Kudus

Museum Jenang Perkenalkan Identitas Kudus kepada Generasi Muda

Museum Jenang Mubarokfood menjadi salah satu tempat untuk mengenalkan perjalanan jenang sebagai produk kuliner yang lekat dengan kehidupan masyarakat Kudus. Melalui Museum Jenang dan Gusjigang, pengunjung juga dapat mengenal keterkaitan kuliner, sejarah, dan kebudayaan lokal.

Bagi Bellinda, upaya mengemas warisan budaya menjadi destinasi edukasi merupakan langkah penting untuk menjaga relevansinya di tengah perubahan zaman. Budaya perlu terus diperkenalkan melalui pendekatan yang dapat diterima generasi muda tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Ia berharap kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pelestarian budaya di Kabupaten Kudus.

“Harapannya, kebudayaan yang kita miliki di Kudus ini bisa terus dilestarikan, dikenal oleh generasi muda, dan semakin luas diperkenalkan kepada masyarakat. Melalui kekayaan budaya tersebut, Kudus bisa turut menyapa peradaban dunia,” tandasnya.

Museum Jenang Mubarokfood di Jalan Sunan Muria, Glantengan, Kudus