KUDUS, Kaifanews — Sebanyak 70 anak TK Cahaya Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, belajar mengenal dunia peternakan secara langsung di Haikal Farm Indonesia, Desa Besito, Kecamatan Gebog beberapa waktu lalu. Mereka tidak hanya melihat kambing, tetapi juga mencoba memberi makan, mempraktikkan pemerahan susu, hingga mengenal proses pengolahan susu kambing menjadi keju dan es krim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program kokurikuler sekolah untuk memperdalam materi pembelajaran bertema binatang. Melalui kegiatan di luar kelas ini, anak-anak mendapat kesempatan mengenali hewan ternak melalui pengalaman nyata, bukan hanya melalui gambar atau video.

Di Haikal Farm Indonesia, anak-anak diajak berinteraksi langsung dengan kambing. Mereka belajar mengenali hewan ternak, mengetahui cara perawatannya, serta melihat bagaimana peternakan dapat menghasilkan produk yang dikonsumsi masyarakat.

Pemilik Haikal Farm Indonesia, Nurul Hikmah, mengatakan peternakannya terbuka untuk kunjungan sekolah yang ingin memberikan pengalaman belajar berbeda kepada peserta didik.

Menurutnya, pengenalan peternakan sejak dini dapat membantu anak-anak memahami kehidupan hewan sekaligus mengenal pemanfaatan hasil ternak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak bisa belajar mengenal kambing secara langsung, mengetahui cara perawatannya, serta melihat bagaimana susu kambing diolah menjadi berbagai produk,” jelas Nurul saat dikonfirmasi pada Selasa 27 Oktober 2026.

Susu Kambing Haikal Farm Indonesia, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus.

Anak-anak Antusias Beri Makan hingga Perah Susu Kambing

Guru pendamping TK Cahaya, Riska Aliya, mengatakan pemilihan Haikal Farm disesuaikan dengan materi pembelajaran yang sedang dipelajari peserta didik. Kunjungan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman anak melalui kegiatan yang menyenangkan.

Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan hewan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenal objek pembelajaran secara lebih dekat.

“Anak-anak bisa melihat langsung kambing, bermain, memberi makan, hingga mempraktikkan cara memerah susu. Jadi, mereka tidak hanya mengetahui dari gambar atau video,” ungkap Riska.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Riska menyebut sekitar 90 persen anak menunjukkan ketertarikan tinggi saat beraktivitas di area peternakan.

Meski begitu, satu hingga dua anak sempat merasa takut ketika berhadapan langsung dengan kambing. Menurutnya, hal tersebut wajar karena sebagian anak yang tinggal di kawasan perkotaan belum terbiasa berinteraksi dengan hewan ternak.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar anak untuk mengenali lingkungan baru. Dengan pendampingan guru, mereka dapat mengamati hewan secara langsung dan mengikuti kegiatan sesuai kenyamanan masing-masing.

Anak-anak TK Cahaya Demaan mengikuti wisata edukasi dengan memberi makan kambing dan belajar memerah susu di Haikal Farm Indonesia, Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus.

Susu Kambing Diolah Menjadi Keju hingga Es Krim

Kegiatan edukasi di Haikal Farm tidak berhenti pada pengenalan kambing dan pemerahan susu. Anak-anak juga diperkenalkan dengan proses pengolahan susu kambing menjadi produk makanan dan minuman.

Sejumlah produk olahan turut disajikan untuk dicicipi peserta dan guru pendamping. Melalui kegiatan ini, mereka mengenal bahwa susu kambing dapat diolah menjadi beragam sajian dengan cita rasa berbeda.

Riska mengaku terkesan dengan produk yang dicicipinya. Menurut dia, aroma khas atau prengus yang kerap dikaitkan dengan susu kambing tidak terlalu terasa pada produk olahannya.

Ia juga menilai es krim berbahan susu kambing memiliki cita rasa yang enak. Pengalaman mencicipi produk tersebut menambah wawasan peserta mengenai pemanfaatan hasil peternakan.

Di sisi lain, Haikal Farm Indonesia juga mengembangkan produk susu kambing untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Salah satunya susu kambing murni tanpa tambahan perasa dalam kemasan botol berukuran 250 mililiter.

Haikal Farm turut menghadirkan Better Milk, minuman berbahan dasar susu kambing dengan sejumlah varian rasa, termasuk perpaduan susu dan kopi. Variasi tersebut memberikan pilihan bagi konsumen yang belum terbiasa dengan cita rasa asli susu kambing.

Konsep kafe juga dihadirkan agar produk susu kambing dapat dinikmati dengan cara yang lebih praktis, termasuk oleh kalangan muda yang menyukai minuman kekinian. Konsumen bisa memilih penyajian dalam botol maupun gelas siap konsumsi.

Wisata Edukasi Jadi Alternatif Belajar di Luar Kelas

Dengan area yang cukup luas, Haikal Farm Indonesia menyediakan ruang bagi rombongan sekolah untuk mengenal aktivitas peternakan sekaligus mempelajari pengolahan hasil ternak.

Kegiatan semacam ini memberi kesempatan kepada anak-anak untuk menghubungkan materi pembelajaran di sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Mereka dapat mengenali hewan, memahami cara perawatannya, serta mengetahui asal bahan pangan yang dikonsumsi.

Riska berharap kunjungan edukasi tersebut dapat memberikan pengalaman baru sekaligus membantu anak-anak memahami materi pembelajaran dengan cara yang lebih menarik.

“Harapannya, anak-anak mendapatkan pengalaman baru yang menyenangkan, lebih mengenal binatang, dan bisa memahami materi pembelajaran melalui pengamatan serta praktik secara langsung,” pungkasnya.