KUDUS, Kaifanews — Kabupaten Kudus mulai membahas peluang pengembangan wisata kesehatan atau health tourism dengan mengintegrasikan layanan medis unggulan, potensi wisata budaya dan alam, serta ekonomi lokal. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin rapat pembahasan konsep tersebut di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus, Selasa, 27 Oktober 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Konsep wisata kesehatan ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan medis sekaligus memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat. Kudus dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan layanan kesehatan yang terhubung dengan pengalaman wisata, budaya, dan produk lokal.

Sam’ani mengatakan, pengembangan health tourism perlu didukung penguatan fasilitas dan layanan kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

“Potensi seperti ini perlu dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor. Integrasi layanan medis dengan destinasi wisata, kekayaan budaya, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan dapat membentuk ekosistem wisata kesehatan yang saling mendukung,” jelasnya.

Layanan Medis dan Wisata Lokal Disiapkan Terintegrasi

Pengembangan wisata kesehatan tidak hanya berfokus pada fasilitas medis. Konsep ini juga membuka peluang bagi wisata budaya dan alam untuk menjadi bagian dari pengalaman pengunjung selama berada di Kudus.

Integrasi tersebut berpotensi memberikan pilihan kegiatan bagi pengunjung, mulai dari memperoleh layanan kesehatan hingga mengenal kekayaan budaya dan potensi wisata daerah. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan perencanaan matang agar kualitas pelayanan medis menjadi prioritas.

“Kita terus menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi daerah secara terarah. Dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, pelayanan yang nyaman, serta koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menyiapkan konsep tersebut,” katanya.

UMKM Berpeluang Mendapat Manfaat Ekonomi

Selain meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pengembangan health tourism di Kudus diharapkan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Pelibatan UMKM menjadi salah satu unsur yang dibahas untuk memperluas manfaat ekonomi dari sektor pariwisata kesehatan.

Pelaku usaha lokal berpotensi mengambil bagian melalui penyediaan produk unggulan, kuliner, serta kebutuhan pengunjung selama berwisata di Kudus. Dengan demikian, aktivitas wisata kesehatan diharapkan ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sinergi pemerintah daerah, penyedia layanan kesehatan, pelaku pariwisata, dan masyarakat diperlukan agar pengembangan tersebut berjalan berkelanjutan.

“Melalui pembahasan konsep wisata kesehatan terintegrasi, kami berupaya memperkuat daya saing daerah dengan menghubungkan sektor kesehatan, pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal,” tandasnya. (*)