KUDUS, Kaifanews — Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dari perundungan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kudus.
Salah satunya melalui sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dengan media film bertema cyberbullying yang digelar di Bioskop NSC Kudus, Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang menegaskan komitmen daerah dalam menjalankan program Zero Bullying 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut para kepala SMP negeri dan swasta, guru Bimbingan Konseling (BK), koordinator wilayah pendidikan, pengawas sekolah, hingga kepala SD se-Kabupaten Kudus.
Dalam sambutannya, Sam’ani menekankan bahwa gerakan Zero Bullying bukan hanya program pemerintah semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen pendidikan dan masyarakat.
“Program Zero Bullying ini menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Melalui edukasi seperti ini, kami ingin meningkatkan kesadaran semua pihak agar perundungan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan edukasi melalui media film menjadi salah satu cara efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada generasi muda karena lebih mudah dipahami dan menyentuh sisi emosional penonton.
“Film menjadi media yang kuat dalam menyampaikan pesan. Kami berharap ini dapat membangun pemahaman dan kepedulian siswa, guru, serta orang tua dalam mencegah terjadinya perundungan,” katanya.

Selain edukasi, Pemkab Kudus juga memperkuat sinergi dengan Polres Kudus sebagai langkah antisipasi terhadap potensi persoalan di dunia pendidikan, termasuk upaya deteksi dini terhadap kasus perundungan.
Ketua panitia kegiatan, Arinanda, menjelaskan film yang diputar tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sarana pembelajaran karakter bagi dunia pendidikan.
“Film cyberbullying ini bertujuan untuk mencegah adanya perundungan yang terjadi di satuan pendidikan atau sekolah di seluruh Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kudus, semoga film ini dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah dalam mencegah terjadinya perundungan,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut para pendidik dapat semakin memahami pentingnya peran sekolah dalam membangun budaya saling menghargai serta menciptakan ruang belajar yang bebas dari intimidasi.
“Harapannya film ini bisa membuka kesadaran bersama bahwa pencegahan bullying harus dimulai dari lingkungan sekolah dengan pengawasan dan kepedulian semua pihak,” tandasnya. (*)








