KUDUS, Kaifanews — Nama Aqshal Ilham Safatullah (22), pembalap muda asal Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, kian mencuri perhatian. Ia sukses meraih podium ketiga pada ajang balap kelas Underbone (UB) 150 cc dalam gelaran Asia di Sirkuit Sepang, Malaysia, meski harus memulai balapan dari posisi yang tidak diunggulkan.
Prestasi tersebut terbilang luar biasa. Aqshal memulai balapan dari grid ke-18 dari total 21 peserta. Namun dengan strategi dan ketenangan, ia mampu merangsek ke barisan depan hingga akhirnya finis di posisi ketiga.
Ayahnya, Bambang Siswanto (53), yang juga mantan pembalap era terdahulu, mengungkapkan rasa bangganya saat ditemui di bengkel AJS Motor di Jalan Wahid Hasyim, Sunggingan, Kamis 16 April 2026.
“Awalnya saya juga ragu, karena dia start dari posisi 18. Tapi dia punya ritme balap yang bagus, pelan-pelan naik dan di lap terakhir bisa ambil posisi ketiga,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, perjalanan Aqshal di dunia balap tidak instan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Aqshal sudah mulai mengenal dunia balap, mengikuti jejak sang kakak, Alif Jihad Safatullah (25), yang lebih dulu terjun sebagai pembalap dan pernah meraih prestasi di ajang Yamaha Cup Race di even nasional.
“Dulu kakaknya yang balapan duluan. Setelah lihat kakaknya, Aqshal jadi kepingin ikut. Bahkan waktu itu belum bisa naik motor sendiri, masih pakai motor kakaknya,” katanya.
Keduanya sempat berjuang secara mandiri melalui tim keluarga, AJS Racing Team Kudus, yang berbasis dari bengkel sederhana milik sang ayah, Bambang.
Dengan fasilitas dan dana terbatas, mereka tetap konsisten mengikuti berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional.
“Kita dulu berangkat sendiri, biaya sendiri. Kalau kejuaraan besar seperti Honda atau Yamaha baru dibiayai. Tapi untuk yang lain, ya mandiri,” jelasnya.
Seiring waktu, bakat Aqshal mulai dilirik berbagai tim. Ia sempat bergabung dengan tim dari Jawa Timur, kemudian berlanjut ke tim asal Yogyakarta, hingga akhirnya dikontrak oleh tim asal Jepang, One For All, yang membawanya ke level kompetisi Asia.
“Alhamdulillah sekarang dia bisa masuk tim Jepang, One For All. Itu yang membawa dia ke Sepang kemarin,” ucapnya.
Dalam balapan di Malaysia tersebut, Aqshal menggunakan motor Yamaha MX King 150 cc di kelas UB 150. Meski sempat mengalami kendala teknis pada kopling, ia tetap mampu menjaga performa hingga akhir lomba.
“Dia bilang koplingnya sempat bermasalah, tapi tetap dipaksakan. Yang penting dia jaga ritme dan akhirnya bisa masuk rombongan depan,” paparnya.
Prestasi di Sepang menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier Aqshal. Sebelumnya, ia juga pernah meraih podium di berbagai ajang, termasuk di Sirkuit Mandalika.
Meski kini anaknya sukses di dunia balap, Bambang mengaku sempat melarang Aqshal untuk menjadi pembalap karena kerasnya persaingan dan risiko yang dihadapi.
“Saya sudah bilang, nggak usah jadi pembalap, sengsara. Lebih enak jadi pemilik tim saja,” katanya.
Namun, bakat dan kecintaan Aqshal terhadap balap seolah tak bisa dibendung. Bambang pun menyebut kemungkinan besar hal itu dipengaruhi faktor keturunan.
“Mungkin karena gen dari saya juga, jadi tetap jalan di dunia balap,” jelasnya.
Saat ini, Aqshal tengah bersiap menghadapi agenda balap berikutnya di Thailand bulan depan dalam rangkaian kejuaraan Asia. Sementara itu, dalam waktu dekat ia juga dijadwalkan tampil pada ajang balap di Mijen untuk akhir pekan ini.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan kariernya. Sang kakak, Alif, kini berperan sebagai pengelola AJS Racing Team Kudus, sementara adik bungsunya, Azzalea Kholiqozahim, turut menjadi bagian dari keluarga yang terus memberi semangat.
“Harapan saya ya dia tetap fokus, tetap rendah hati, dan terus berjuang. Karena perjalanan masih panjang,” tandasnya. (*)








