KUDUS, Kaifanews — Stadion Wergu Wetan Kabupaten Kudus diproyeksikan memiliki wajah baru yang lebih dekat dengan kebutuhan pertandingan sepak bola. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah konsep stadion yang tidak lagi mengandalkan lintasan lari, sehingga area tribun dapat dibuat lebih dekat dengan lapangan permainan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rencana tersebut menjadi bagian dari pembangunan Stadion Wergu Wetan yang saat ini mulai dipaparkan secara teknis. Selain penataan fasilitas utama, stadion juga akan dilengkapi sistem pencahayaan pertandingan, tribun berkapasitas ribuan penonton hingga perangkat pendukung pertandingan modern.

PPK Pembangunan Stadion Wergu Wetan, Eko Prasetyo, menyampaikan sejumlah spesifikasi itu dalam Rapat Koordinasi Awal Paparan Pembangunan Stadion Wergu Wetan di Pendopo Belakang Kabupaten Kudus, Selasa, 1 September 2026.

Salah satu fasilitas yang dipersiapkan adalah lampu Field of Play (FOP) yang dirancang untuk menunjang pertandingan malam hari. Sistem pencahayaan tersebut menggunakan 120 unit flood LED dengan daya maksimal 1.500 watt dan output minimal mencapai 200.000 lumen.

Menurut Eko, pencahayaan lapangan menjadi salah satu aspek penting karena pertandingan malam membutuhkan penerangan yang merata. Sistem tersebut juga dirancang untuk mengurangi bayangan yang dapat mengganggu pemain ketika berada di area permainan.

“Kalau misalkan ada pertandingan di malam hari tidak akan menimbulkan bayangan pemain. Nah, itu kita reduksi supaya pemain lebih nyaman pada saat pertandingan nanti,” kata Eko.


Lampu FOP tersebut menggunakan temperatur warna 5.700K dan CRI 80 serta dilengkapi lighting control. Dengan spesifikasi itu, penerangan diharapkan mampu menjaga visibilitas area

Penerangan tidak hanya menyasar lapangan. Tribun penonton juga mendapatkan sistem pencahayaan tersendiri berupa 20 unit flood LED dengan daya maksimal 900 watt dan output minimal 100.000 lumen.

 

Dari sisi kapasitas, Stadion Wergu Wetan dirancang menampung hingga 8.116 penonton. Tribun Barat menjadi bagian dengan fasilitas paling lengkap karena menampung 2.508 kursi reguler, 150 kursi VIP, 54 kursi VVIP, 54 kursi pers dan 28 kursi difabel.

Tribun tersebut juga dilengkapi 24 meja pers yang masing-masing diperuntukkan bagi dua orang. Sementara itu, Tribun Timur disiapkan dengan 2.430 kursi, sedangkan Tribun Utara dan Selatan masing-masing memiliki 1.434 kursi.

Pembagian zona tempat duduk tersebut tidak semata berkaitan dengan kenyamanan. Menurut Eko, pengelompokan tribun juga dirancang untuk membantu pengelolaan penonton ketika stadion digunakan untuk pertandingan.

“Ini menjaga supaya penonton nanti akan lebih tertib, kemudian juga pada saat ada pertandingan ini memudahkan dari pihak panitia pada saat penjualan tiket,” ujarnya.

Kursi yang digunakan pun memiliki spesifikasi berbeda sesuai kategorinya. Kursi reguler memiliki lebar sekitar 400 milimeter, tinggi sandaran 340 milimeter dan kedalaman 430 milimeter dengan jarak pemasangan antarkursi sekitar 450 milimeter.

Adapun kursi VIP memiliki lebar sekitar 550 milimeter dengan dudukan selebar 490 milimeter dan kedalaman sekitar 610 milimeter ketika terbuka. Sementara kursi VVIP memiliki lebar as sandaran sekitar 560 milimeter, dilengkapi cup holder serta mekanisme kemiringan antara 16 hingga 20 derajat.

Untuk mendukung atmosfer pertandingan, stadion juga akan memiliki scoreboard LED outdoor berukuran 7,68 x 4,80 meter. Papan skor tersebut dilengkapi central controller dan software untuk menampilkan informasi pertandingan.

Bagian terpenting tentu berada di area lapangan. Stadion akan menggunakan rumput Zoysia Matrella dengan luas mencapai 7.925 meter persegi. Sistem drainase turut disiapkan agar air hujan dapat segera dialirkan dan tidak mengganggu kondisi permukaan lapangan.

Di balik bangunan tribun dan fasilitas pertandingan, konstruksi stadion menggunakan pondasi spun pile berdiameter 60 sentimeter dengan total panjang mencapai 7.961 meter. Pondasi tersebut digunakan untuk sejumlah bagian bangunan, termasuk tribun, scoreboard, FOP, ruang pompa hingga IPAL Biomedia.

Pembangunan Stadion Wergu Wetan memiliki nilai kontrak Rp181.399.263.516 dari pagu anggaran Rp199.999.188.000. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan PT Sinar Cerah Sempurna, sedangkan konsultan manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Kanta Karya Utama–PT Amythas, KSO.

Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 365 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Stadion Wergu Wetan diharapkan tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga dapat menunjang penyelenggaraan pertandingan sepak bola dengan standar fasilitas yang lebih baik.

Eko berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga stadion bisa segera dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Kudus.

“Besar harapan kami pelaksanaan pembangunan sarana olahraga di Stadion Wergu Wetan ini bisa selesai dengan waktu yang sudah disepakati dalam kontrak, sehingga juga langsung bisa termanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Kudus,” tandasnya.