KLATEN, Kaifanews – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Kota 3 Kudus mengadakan kegiatan Baitul Arqam pada 14–15 Mei 2026 di Klaten. Agenda ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan cabang bersama delegasi dari enam Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) di bawah naungan PCA Kota 3 Kudus, meliputi PRA Burikan, PRA Rendeng, PRA Mlati Kidul, PRA Mlati Lor, PRA Mlati Norowito, serta PRA Mlati Norowito Rumah Sakit Aisyiyah Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Baitul Arqam menjadi salah satu sarana kaderisasi sekaligus penguatan ideologi yang telah lama menjadi bagian penting dalam gerakan ‘Aisyiyah. Kegiatan pembinaan ini bertujuan memperdalam pemahaman ideologis para pimpinan, mempererat ukhuwah antarkader, serta memberikan bekal wawasan keislaman yang maju, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sesi yang paling menyita perhatian peserta dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi tentang Risalah Islam Berkemajuan (الإسلام التقدمي) oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, Iskak Sulistyo. Dalam pemaparannya yang runtut dan mendalam, beliau menerangkan bahwa Risalah Islam Berkemajuan merupakan rumusan ideologi Muhammadiyah yang disahkan melalui Putusan Muktamar ke-48.

Menurutnya, risalah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumen organisasi, tetapi juga menjadi pedoman menyeluruh bagi warga persyarikatan dalam memahami serta mengimplementasikan ajaran Islam secara menyeluruh, terpadu, dan memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan.

Iskak Sulistyo menjelaskan bahwa konsep Islam Berkemajuan memiliki lima ciri pokok yang dikenal dengan istilah Khashais al-Khamsah, yakni bertumpu pada tauhid, berpedoman kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah, menghidupkan semangat ijtihad dan tajdid, mengedepankan sikap wasathiyah, serta menghadirkan rahmat bagi seluruh alam.

Ia menekankan bahwa Islam seharusnya tampil sebagai kekuatan yang menghadirkan kesejahteraan, pencerahan, dan kemajuan, bukan justru menjadi sumber perpecahan maupun kesulitan.

Sementara itu, Ketua PCA Kota 3 Kudus menyampaikan bahwa pelaksanaan Baitul Arqam merupakan upaya pimpinan cabang untuk membangun kesamaan visi dan penguatan pemahaman ideologi di seluruh jenjang kepemimpinan hingga tingkat ranting. Menurutnya, sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan, ‘Aisyiyah perlu memiliki pemahaman ideologis yang kuat.

Ia menilai Baitul Arqam menjadi sarana penting untuk memperdalam nilai-nilai perjuangan agar kader tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu bergerak dengan semangat Islam Berkemajuan.

Tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, kegiatan ini juga berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan melalui berbagai sesi diskusi, tanya jawab, serta refleksi bersama. Peserta dari enam ranting mengaku memperoleh semangat baru sekaligus pemahaman yang lebih mendalam mengenai tugas dan peran mereka sebagai kader ‘Aisyiyah di tengah masyarakat.

Melalui pelaksanaan Baitul Arqam ini, PCA Kota 3 Kudus berharap dapat memperkuat gerakan dakwah, tajdid, pengembangan ilmu, dan amal usaha hingga ke tingkat ranting. Dengan demikian, keberadaan ‘Aisyiyah di wilayah Kota 3 Kudus diharapkan semakin memberi manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. (*)