PATI, Kaifanews – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati harus menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi lokal sebagai pemasok utama kebutuhan pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penegasan tersebut disampaikan Chandra saat membuka kegiatan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi melalui Pendidikan dan Pelatihan Tata Kelola untuk Koperasi Baru di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati, Senin 20 Juli 2026.

Dalam arahannya, Chandra mengingatkan agar kebutuhan bahan baku Program MBG tidak dipasok oleh perusahaan-perusahaan besar, melainkan berasal dari UMKM yang berada di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Terkait MBG, jangan mengambil supplier dari perusahaan-perusahaan besar. Dan yang harus memanfaatkan peluang ini adalah UMKM di sekitar SPPG,” tegas Chandra.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat. Ketika bahan pangan dipasok oleh pelaku usaha lokal, perputaran uang akan tetap berada di Kabupaten Pati sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Chandra meyakini Kabupaten Pati memiliki potensi besar di sektor pertanian maupun produk olahan yang kualitasnya tidak kalah dibandingkan daerah lain. Oleh karena itu, ia berharap seluruh kebutuhan bahan baku Program MBG dapat memanfaatkan hasil produksi lokal.

“SPPG mengambil produk-produk dari UMKM Kabupaten Pati, otomatis ekonomi akan berputar di Kabupaten Pati. Potensi pertanian lokal kita tidak kalah baik kualitasnya dengan daerah lain maupun negara lain,” ujarnya.

Selain menyoroti pentingnya keterlibatan UMKM dalam Program MBG, Chandra juga mengajak koperasi untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar koperasi mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis.

Ia menilai pemanfaatan teknologi digital dapat memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mempermudah proses transaksi sehingga koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggotanya.

“Dunia digital bergerak sangat cepat. Kemudahan bertransaksi harus dimanfaatkan untuk mengembangkan koperasi agar semakin maju dan mampu bersaing,” katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip-prinsip perkoperasian, sekaligus memperkuat kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia koperasi baru melalui pelatihan tata kelola organisasi yang profesional.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap lahir koperasi-koperasi yang sehat, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pati.

Dengan sinergi antara pemerintah, koperasi, dan pelaku UMKM, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan produk-produk unggulan Kabupaten Pati. (*)