Kaifanews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara menanggapi cibiran serta makian warganet di media sosial TikTok terkait melemahnya nilai tukar rupiah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mata uang garuda dilaporkan sempat menyentuh level Rp17.000 per dolar AS akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Menkeu meminta publik untuk menilai kinerja pemerintah secara adil dengan membandingkan kondisi mata uang negara lain di dunia.

Berdasarkan data Kemenkeu, depresiasi rupiah tercatat hanya 0,3 persen selama konflik antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran berlangsung. Angka ini diklaim jauh lebih baik dibandingkan pelemahan mata uang Malaysia sebesar 0,5 persen dan Thailand yang mencapai 1,6 persen.

Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam terhadap optimisme yang ditunjukkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Rocky menilai pernyataan pemerintah mengenai ketahanan ekonomi domestik terhadap lonjakan harga minyak sebagai “optimisme palsu” yang berbahaya.

Menurutnya, pemerintah harus mampu membedakan antara data ekonomi makro yang terlihat positif dengan kondisi ekonomi mikro di masyarakat. Ia mengkhawatirkan adanya ketidakjujuran dalam laporan menteri kepada Presiden Prabowo Subianto demi menjaga citra kinerja kabinet semata.

Harga minyak mentah dunia sempat menembus angka 113 dolar AS per barel, memicu kekhawatiran akan pembengkakan beban subsidi APBN. Namun, Menkeu Purbaya menyatakan bahwa kenaikan ekstrem tersebut belum menunjukkan gangguan nyata pada aktivitas ekonomi dalam negeri.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan asesmen dari waktu ke waktu terhadap pergerakan harga minyak yang sangat fluktuatif. Menkeu meminta seluruh pihak tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa anggaran negara tidak akan kuat menahan lonjakan harga komoditas energi tersebut.

“Jadi bukan lihat levelnya aja, tapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya. Kita masih oke, artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik,” tandas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Rocky Gerung mengingatkan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah melampaui kemampuan intervensi militer maupun politik luar negeri Indonesia secara langsung. Ia mendesak Presiden Prabowo untuk memberikan penjelasan jujur kepada publik mengenai tantangan berat yang sedang dihadapi bangsa.

Masalah kepercayaan publik menjadi poin krusial yang disorot di tengah isu keterlibatan Indonesia dalam badan perdamaian bentukan Donald Trump. Rocky menilai Indonesia sudah menanggung akumulasi ketidakpastian global selama satu dekade terakhir yang kini mulai mencapai puncaknya.

“Kita ingin meletakkan ini supaya ada kejujuran dari menteri-menteri yang kadang kala hanya ingin ya asal Prabowo senang,” ujar Rocky Gerung. (*)