KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melaksanakan kegiatan Safari Salat Jumat di Masjid Baitul Qudus, Desa Panjang, Kecamatan Bae, Jumat, 17 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi sekaligus merangkul seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya keterlibatan semua kelompok masyarakat, termasuk warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dalam mendukung kemajuan Kabupaten Kudus.
“Hari ini kita salat Jumat bersama saudara-saudara kita dari LDII. Ini sebagai bentuk komunikasi dan koordinasi bahwa teman-teman LDII juga ikut berperan dalam pembangunan di Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya stigma negatif yang selama ini melekat terhadap LDII. Menurutnya, stigma tersebut tidak sepenuhnya benar karena pada kenyataannya LDII terbuka terhadap masyarakat luas.
“Stigma-stigma yang kurang baik itu ternyata tidak benar. Teman-teman LDII terbuka untuk siapa pun,” katanya.
Bupati menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali. Ia menyebut, berbagai kelompok akan terus dilibatkan dalam forum maupun kegiatan pembangunan daerah.
“Semua di Kudus ini kita rangkul, termasuk nanti di forum-forum lain kita undang juga untuk berpartisipasi dalam membangun kemajuan daerah kita,” jelasnya.

Usai salat Jumat, Bupati juga menyempatkan diri meninjau tempat cek kesehatan gratis di Aula sekitar masjid. Ia menegaskan bahwa program tersebut adalah program dari pemerintah pusat. Ia menyebut capaian partisipasi masyarakat di Kudus masih perlu ditingkatkan.
“Cek kesehatan ini program pemerintah pusat. Di Kudus saat ini masih sekitar 50 sampai 60 persen, kita dorong bisa sampai 70 persen,” paparnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut secara maksimal, mengingat program ini tidak dipungut biaya.
“Ini gratis, monggo disosialisasikan ke seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita dari LDII untuk ikut cek kesehatan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan harapannya agar seluruh masyarakat Kudus terus menjaga persatuan dan kebersamaan, tanpa memandang latar belakang kelompok.
“Kita ini umat Nabi Muhammad SAW, semua sama di hadapan Tuhan, tidak ada yang berbeda,” tandasnya. (*)








