KUDUS, Kaifanews — Rangkaian Sepekan Gelar Budaya 2026 Sedekah Bumi dan Hari Jadi Desa Wates ke-171 memasuki hari kedua malam ini, Rabu 13 Mei 2026. Warga akan berkumpul di Taman Padhang Mbulan untuk mengikuti Istighosah, Ngasah, dan Sholawatan Bareng Gus Apang mulai pukul 20.00 WIB.
Kasi Pemerintahan Desa Wates, Isa Noor Suhud, mengatakan pemilihan Gus Apang sebagai pengisi acara bukan tanpa alasan.
“Sholawat bersama Gus Apang karena sosoknya muda dan dari Kudus sendiri. Kami berharap kecintaan pada bumi kita sendiri akan lebih tumbuh. Mungkin karena itu kami belum mengambil atau memilih ulama dari luar,” ujarnya saat ditemui Kaifanews.
Acara malam ini menjadi bagian dari upaya Pemdes Wates menghidupkan kembali makna sedekah bumi yang sesuai tradisi. Isa menjelaskan, berdasarkan Perdes No. 2 Tahun 2012, sedekah bumi dulu dilaksanakan dengan pemdes menyembelih kerbau untuk dimakan bersama warga.
“Tapi uniknya tahun ini masyarakatlah yang guyub menghidupkan dapurnya dengan makanan dan disedekahkan bertukar dengan tetangga,” ungkapnya.

Selain sholawatan bersama Gus Apang, Sepekan Gelar Budaya 2026 yang berlangsung 11–17 Mei 2026 juga menghadirkan beragam kegiatan budaya dan ekonomi kreatif. Rangkaian acara meliputi pameran produk lokal, munjung wong tuwo atau kirab budaya, pentas barongan, reog Ponorogo, live akustik, hingga pentas teater sebagai penutup.
Pembukaan pada 11 Mei lalu diawali dengan Ritual Do’a Miwiti Gawe, meliputi Manaqib Syech Abdul Qodir Jailani, tahtiman Al-Qur’an bil ghoib, dan ziarah makam leluhur Mbah Lengku.
“Diharapkan kata sedekah bumi tidak lepas dari makna aslinya. Jauh dari hingar bingar suara sound horeg tapi tetap melestarikan budaya dan adat. Ini menjadi wujud syukur dan gotong royong warga Wates untuk bumi dan sesama,” pungkas Isa.
Seluruh rangkaian kegiatan terbuka untuk umum dan digelar di Taman Padhang Mbulan, Desa Wates, Undaan, Kudus. (*)








