Kaifanews – Bulan Ramadhan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja lapangan. Aktivitas fisik tinggi, paparan panas matahari, serta mobilitas tanpa henti membuat tubuh lebih cepat lelah saat berpuasa. Namun, menurut Dokter Tirta, kunci utama tetap bugar selama Ramadhan adalah disiplin menjaga pola hidup dan memahami kebutuhan tubuh sendiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kerja lapangan identik dengan paparan panas matahari, mobilitas tinggi, dan aktivitas fisik berat. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi dan kelelahan, terutama ketika asupan cairan dan makanan terbatas dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas dan membahaykan keselamatan kerja.

Dokter yang dikenal aktif mengedukasi masyarakat soal kesehatan ini kerap menekankan bahwa puasa bukan alasan untuk menurunkan produktivitas, selama dilakukan dengan strategi yang tepat.

1. Sahur : Jangan Asal Kenyang

Tips Ala Dokter Tirta, sahur bukan sekadar makan agar tidak lapar. Ia menekankan pentingnya komposisi gizi seimbang: karbohidrat kompleks, protein cukup, lemak sehat, serta serat.
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum membantu energi bertahan lebih lama. Protein dari telur, ayam, ikan, atau tempe berfungsi menjaga massa otot—terutama penting bagi pekerja lapangan yang mengandalkan kekuatan fisik.

“Jangan lupa air putih. Bukan sekaligus banyak, tapi dicicil dari malam sampai sahur,” menjadi salah satu pesan yang sering ia gaungkan dalam berbagai kesempatan.

2. Manajemen Energi Saat Kerja Lapangan

Saat bekerja di lapangan, penting untuk mengatur ritme kerja. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu pagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang lebih berat ketika energi masih optimal. Gunakan waktu istirahat untuk duduk atau berteduh guna mengurangi paparan panas langsung.

Bagi pekerja proyek, teknisi, kurir,Driver Ojol hingga petugas lapangan lainnya, Dokter Tirta menyarankan untuk pintar mengatur ritme kerja. Jika memungkinkan, selesaikan pekerjaan berat di pagi hari saat energi masih optimal.

Ia juga mengingatkan pentingnya:

  • Menggunakan pakaian yang menyerap keringat
  • Menghindari paparan matahari langsung terlalu lama
  • Memanfaatkan waktu istirahat untuk benar-benar duduk dan menenangkan diri

Menurutnya, menghemat energi bukan berarti bermalas-malasan, melainkan strategi agar tubuh tidak “drop” sebelum waktu berbuka.

3. Berbuka : Jangan Balas Dendam

Salah satu kesalahan umum saat puasa adalah makan berlebihan ketika berbuka. Dokter Tirta menegaskan bahwa tubuh yang kosong seharian perlu “dibangunkan” secara perlahan.

Ia menyarankan berbuka dengan:

  1. Air putih
  2. Kurma atau makanan manis alami
  3. Makan utama dengan porsi wajar

Menghindari gorengan berlebihan dan minuman tinggi gula juga penting agar tubuh tidak lemas mendadak atau mengalami gangguan pencernaan.

4. Tetap Aktif, Tapi Terukur

Walau sudah lelah bekerja, olahraga ringan tetap dianjurkan. Cukup dengan stretching, jalan santai, atau latihan ringan setelah tarawih untuk menjaga metabolisme tetap stabil.

Selain itu, tidur cukup menjadi fondasi utama. Jika jam tidur malam berkurang karena sahur, power nap 20–30 menit di siang hari bisa membantu memulihkan fokus dan stamina.

5. Komitmen dan Kesadaran Diri

Menjaga kesehatan selama Ramadhan membutuhkan disiplin dan kesadaran diri. Pekerja lapangan perlu mengenali batas kemampuan tubuhnya. Bila muncul gejala seperti pusing berat, lemas berlebihan, atau tanda dehidrasi serius, sebaiknya segera beristirahat dan mencari pertolongan medis.
Dengan perencanaan yang baik dan pola hidup sehat, pekerja lapangan tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara optimal tanpa mengorbankan kesehatan maupun produktivitas kerja. Ramadhan pun dapat dilalui dengan tubuh yang tetap bugar dan semangat yang terjaga. (*)