KUDUS, Kaifanews — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga libur Idulfitri 2026. Kepastian tersebut disampaikan saat kunjungan di Kabupaten Kudus, Kamis (5/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menegaskan kesiapan distribusi energi khususnya di wilayah Muria Raya serta seluruh Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami memastikan pasokan BBM dan LPG menjelang libur Lebaran di wilayah Muria Raya maupun seluruh Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dalam kondisi aman. Berbagai skenario sudah kami siapkan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi mulai Ramadan hingga Idulfitri,” ujarnya.

Menurutnya, Pertamina telah memproyeksikan peningkatan kebutuhan energi masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

Konsumsi LPG diperkirakan mengalami kenaikan rata-rata sekitar 10 persen selama Ramadan hingga Idulfitri, bahkan berpotensi meningkat hingga 15 persen setelah Lebaran. Sementara konsumsi BBM jenis bensin atau gasoline diprediksi naik sekitar 18 persen.

Sebaliknya, konsumsi BBM jenis gasoil atau solar diproyeksikan turun hingga 60 persen. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan pembatasan operasional kendaraan berat roda enam ke atas selama periode mudik, kecuali kendaraan logistik dan distribusi energi.

“Atas dasar proyeksi tersebut, kami meningkatkan stok di terminal BBM, terminal LPG, serta seluruh lembaga penyalur seperti SPBU dan pangkalan LPG rata-rata 20 hingga 30 persen,” jelasnya.

Selain menjamin ketersediaan energi, Pertamina juga menyiapkan sejumlah layanan tambahan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.

Salah satunya adalah layanan Pertamina Delivery Service (PDS) 135, yakni layanan motoris pengantar BBM bagi masyarakat yang mengalami kendala kehabisan bahan bakar saat perjalanan.

“Cukup menghubungi 135, motoris Pertamina siap membantu apabila terjadi kemacetan atau kondisi darurat di jalur mudik wilayah Muria Raya,” paparnya.

Sebanyak 24 unit armada motoris disiagakan untuk mendukung layanan tersebut. Selain itu, Pertamina juga mengoperasikan 40 SPBU Siaga di jalur non-tol yang diminta beroperasi selama 24 jam penuh guna melayani para pemudik.

Tidak hanya itu, Pertamina menempatkan mobile storage atau kantong BBM sebanyak tiga unit di wilayah Muria Raya. Fasilitas ini berfungsi memperpendek jarak distribusi sekaligus mengantisipasi gangguan suplai akibat kemacetan maupun potensi bencana seperti longsor.

“Kami menempatkan mobil tangki di titik-titik strategis atau lokasi remote agar suplai BBM tetap berjalan dan SPBU tidak mengalami keterlambatan pasokan,” katanya.

Untuk distribusi LPG, Pertamina juga mengaktifkan jaringan agen dan pangkalan siaga. Tercatat sekitar 100 agen LPG dan lebih dari 500 pangkalan LPG siaga akan tetap beroperasi selama masa libur, termasuk pada tanggal merah.

“Pangkalan LPG siaga ini tidak libur mulai H-15 hingga H+15 Lebaran. Masyarakat bisa mengenali dari papan bertuliskan pangkalan LPG siaga,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pertamina berharap kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi secara optimal, sekaligus memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.

“Kami mengimbau masyarakat tetap membeli BBM maupun LPG di lembaga penyalur resmi agar distribusi tetap terjaga dan pelayanan berjalan maksimal,” tandasnya. (*)