KUDUS, Kaifanews – Perkumpulan Srikandi Sejahtera Sehat (PSSS) hadir sebagai wadah perempuan di Kabupaten Kudus yang bergerak di bidang sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Organisasi ini berawal dari komunitas relawan perempuan yang kemudian bertransformasi menjadi perkumpulan resmi dengan program berkelanjutan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ketua Perkumpulan Srikandi Sejahtera Sehat, Martha Ngatmiati, menjelaskan bahwa PSSS berangkat dari relawan perempuan. Dari kegiatan kerelawanan, muncul kesadaran untuk membentuk organisasi yang lebih terstruktur.

Para anggota rutin menggelar pertemuan bulanan yang diisi dengan arisan dan diskusi program positif, hingga akhirnya membentuk organisasi resmi.

“Kalau cuma kumpul-kumpul saja kan tidak ada manfaatnya. Akhirnya kami membuat notaris, AD/ART, dan sudah terdaftar resmi. Dari situ kami mulai menyusun program-program yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (2/2/2026).

Sejak berdiri, PSSS aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satunya saat terjadi bencana banjir, para anggota terjun langsung membantu warga terdampak.

“Kemarin saat ada korban banjir, kami ikut membantu, mulai dari memberikan bantuan, memasak di Dinas Sosial, sampai membungkus nasi untuk dibagikan. Kami juga menyalurkan santunan untuk anak yatim piatu,” ungkap Martha.

Ke depan, PSSS menyiapkan sejumlah program yang menyasar bidang kesehatan, sosial, dan UMKM. Di sektor kesehatan, PSSS berencana bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memudahkan akses layanan dasar bagi masyarakat.

“Nanti kami akan mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis, seperti cek asam urat, kolesterol, dan pemeriksaan ringan lainnya, supaya masyarakat tidak selalu harus ke rumah sakit,” jelasnya.

Kegiatan tersebut rencananya akan dikemas dalam bentuk event terbuka, dengan melibatkan anggota PSSS yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk tenaga kesehatan.

“Di dalam PSSS ada perawat dan bidan. Ini yang akan kami sinergikan untuk program kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain kesehatan, PSSS juga memberi ruang bagi pengembangan UMKM anggotanya. Martha menyebut, sejumlah anggota merupakan pelaku usaha kuliner dan produk olahan lokal yang telah dipasarkan ke berbagai pusat oleh-oleh di Kudus.

“Anggota kami ada yang punya UMKM, seperti jajanan dan snack yang sudah masuk ke Kirana, Dekranasda, Susu Muria, sampai Jenang 33. Jadi PSSS juga jadi wadah saling mendukung antarperempuan dalam berwirausaha,” ujarnya.

Dalam hal perlindungan perempuan dan anak, PSSS juga berkomitmen menjadi pendamping bagi korban kekerasan. Martha menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk memastikan korban mendapat pendampingan yang tepat.

“Untuk perlindungan perempuan dan anak, kami bekerja sama dengan dinas sosial dan pihak terkait. Kami mendampingi masyarakat atau tetangga yang mungkin mengalami kekerasan tapi tidak berani melapor,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendampingan tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak yang berwenang, tanpa mengambil alih peran institusi resmi.

“Kami hanya mendampingi, karena di dalam anggota juga ada yang dari JPPA dan dinas sosial. Jadi kami tidak mendahului, tapi membantu prosesnya,” katanya.

PSSS membuka diri bagi perempuan di Kabupaten Kudus yang ingin bergabung. Martha menegaskan bahwa organisasi ini terbuka untuk siapa saja, selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung. Yang penting perempuan, dan siap mengikuti etika serta aturan yang ada. Semakin banyak anggota, semakin kuat kami bergerak,” ujarnya.

Saat ini, sekretariat PSSS berlokasi di Jalan Gondangmanis Gang 16, Kabupaten Kudus. Masyarakat yang ingin bergabung dapat datang langsung ke sekretariat atau menghubungi admin PSSS.

“Sekretariat sudah ada, nanti bisa menghubungi admin atau langsung ke lokasi. Untuk media sosial sedang kami persiapkan,” pungkas Martha.