KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menindaklanjuti laporan terkait warga rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Kali ini, perhatian tertuju pada Aira Zaeni Delita (22), penyandang disabilitas fisik berat asal Dukuh Sintru, Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Asesmen dilakukan oleh pendamping sosial bersama perangkat desa pada Senin, 1 Juni 2026. Dari hasil pendataan, Aira diketahui mengalami disabilitas fisik berat. Ia tidak mampu berjalan dan mengalami gangguan pendengaran, dengan kondisi tubuh yang sangat kurus.

Selama ini Aira tinggal bersama keluarganya. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan, sedangkan ibunya tidak bekerja.

Berdasarkan data kesejahteraan sosial, keluarga tersebut masuk kategori Desil 2 baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Meski memiliki kepesertaan PBI JKN aktif untuk lima anggota keluarga, mereka belum pernah menerima bantuan PKH maupun BPNT.

Tinggal di Rumah Sederhana dengan Akses Sulit, Aira Kini Masuk Prioritas Pendampingan Pemkab Kudus
Kondisi Aira Zaeni Delita, penyandang disabilitas fisik berat di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus setelah dilakukan asesmen oleh pendamping sosial dan perangkat desa. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Selain kondisi ekonomi keluarga, tim asesmen juga menemukan rumah yang ditempati dinilai kurang layak dengan lingkungan sekitar yang membutuhkan perhatian. Akses menuju rumah juga cukup terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki.

Dalam asesmen tersebut, keluarga mengajukan kebutuhan bantuan berupa permakanan, bantuan sosial reguler serta alat bantu disabilitas seperti kursi roda.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

“Setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan. Karena itu kami berupaya memastikan kebutuhan dasar mereka bisa terjangkau melalui berbagai program yang tersedia,” ujarnya saat mengunjungi pada Rabu 3 Juni 2026.

Bellinda menambahkan hasil asesmen akan menjadi dasar koordinasi lintas sektor untuk menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai bagi Aira dan keluarganya.

“Kami ingin penanganan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan warga. Pendampingan akan terus dilakukan agar mereka mendapatkan akses bantuan yang semestinya,” tandasnya. (*)