SURAKARTA, Kaifanews – Pemerintah Kabupaten Pati mengadakan Rapat Koordinasi Strategi Penurunan Stunting sekaligus Fun Day Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pati di Hotel Alana Solo pada Selasa, 12 Mei 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan itu dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama istri, Penjabat Sekda Kabupaten Pati beserta istri, para asisten sekda, staf ahli bupati, serta sejumlah kepala OPD terkait, di antaranya Kepala Bapperida, DPUTR, Dispermades, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Hadir pula jajaran TPPS Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota TPPS yang dinilai telah bekerja optimal dalam menekan angka stunting di Kabupaten Pati.

Menurut dia, keberadaan TPPS memberikan kontribusi besar terhadap upaya percepatan penurunan stunting. Pemerintah daerah pun menargetkan prevalensi stunting di Kabupaten Pati dapat turun hingga 14,69 persen pada 2027.

Ia juga menyebut angka stunting di tiap kecamatan masih beragam. Berdasarkan data yang dipaparkan, Kecamatan Juwana mencatat angka stunting terendah sebesar 3,24 persen, sedangkan Kecamatan Dukuhseti menjadi wilayah dengan angka tertinggi mencapai 17,8 persen.

Kondisi tersebut, lanjutnya, perlu mendapat perhatian serius agar penanganan yang dilakukan lebih tepat sasaran. Ia meminta wilayah dengan prevalensi stunting tinggi terus dipantau untuk mengetahui faktor penyebabnya. Selain itu, daerah dengan angka rendah juga perlu dipelajari, terutama terkait pola konsumsi dan tumbuh kembang anak.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Pati berharap kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting semakin solid sehingga target penurunan stunting dapat tercapai secara maksimal. (*)