KUDUS, Kaifanews – Tim bola voli putri Kudus memastikan tiket ke POPDA Jawa Tengah 2026 setelah menjadi juara di Pra POPDA Zona III Eks Karesidenan Pati. Kepastian itu diraih usai bertanding di lapangan indoor SMA Negeri 2 Bae Kudus yang menjadi salah satu venue utama.
Koordinator lapangan sekaligus koordinator Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMA 2 Bae Kudus, Habi Seno, mengatakan timnya tampil dengan kekuatan 14 atlet putri. Seluruhnya merupakan siswa KKO sehingga kekompakan menjadi modal utama.
Untuk cabang bola voli indoor digelar di dua tempat, yakni Lapangan Voli Porvit untuk tanding putra dan SMA Negeri 2 Bae untuk tanding putri. Kudus yang berstatus tuan rumah mendapat tekanan tersendiri untuk lolos.
Habi mengaku sempat deg-degan saat menghadapi Blora di babak awal. Pertandingan berlangsung imbang dengan nilai saling kejar, meski akhirnya Kudus tetap leading dan menang dalam dua pertemuan.
“Waktu lawan Blora itu imbang. Nilainya saling kejar, yang bikin khawatir waktu itu, tapi tetap leading, dua kali ketemu keduanya menang,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis 23 Juli 2026.

Menurut dia kunci kemenangan bukan skill individu, melainkan kerjasama dan kekompakan tim. Karena berasal dari satu sekolah, chemistry antar pemain sudah terbentuk sejak latihan harian.
“Kebetulan kan satu sekolah, sehingga kekompakan tetap selalu ada. Solid dan kerjasama yang menjadi kunci utama,” lanjutnya.
Setelah dipastikan lolos, Habi mengaku plong. Beban sebagai tuan rumah yang wajib menang akhirnya lepas.
“Rasanya plong, lega. Bebannya sudah hilang. Tuan rumah harus menang dan lolos, kalau tidak lolos kan memalukan,” imbuhnya.
Ia menegaskan evaluasi tetap harus dilakukan. Latihan akan ditingkatkan lebih keras untuk menghadapi POPDA Jateng di Semarang September mendatang. Lawan terberat diperkirakan datang dari Solo dan Semarang yang selama ini dikenal kuat di voli pelajar.
“Perlu peningkatan latihan lagi, lebih keras. Mungkin Solo, Semarang biasanya yang berat-berat,” paparnya.
Target tahun ini pun naik. Jika tahun lalu Kudus hanya mampu finis di posisi ketiga, tahun ini pihaknya membidik final.
“Prestasinya harus meningkat. Tahun kemarin kan juara tiga, paling tidak bisa final,” tandasnya.
Sementara salah satu pemain tim voli putri Kudus, Nabila Fabianti Syarifa mengaku bahagia perjuangannya bersama tim membuahkan hasil. Namun ia tidak ingin berpuas diri.
“Senang dan bahagia akhirnya bisa lolos, perjuangan kita selama latihan terbayar. Tapi kita tidak boleh puas dulu,” kata Nabila.
Menurut Nabila, level POPDA Jateng akan jauh lebih tinggi, sehingga timnya harus terus berlatih lebih keras untuk bisa bersaing dengan daerah lain. Ia menegaskan timnya harus langsung fokus ke kompetisi berikutnya karena persaingan akan jauh lebih ketat.
“Setelah ini yang dihadapi POPDA Jateng, tingkatnya lebih tinggi dan kualitas pertandingannya pasti lebih meningkat. Jadi harus latihan lebih keras lagi,” pungkasnya.(*)








