Mahasiswa UMKU di kegiatan Pitching Bisnis dan Expo Industri Kreatif 2026 pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews
KUDUS, Kaifanews – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausahawan muda yang siap bersaing di dunia usaha melalui kegiatan Pitching Bisnis dan Expo Industri Kreatif 2026 yang diselenggarakan pada Kamis, 23 Juli 2026. Tidak hanya menghadirkan berbagai produk dan jasa inovatif, seluruh bisnis yang dipamerkan mahasiswa telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai legalitas usaha, sementara produk makanan dan minuman yang dipamerkan juga telah mengantongi Sertifikat Halal.
Capaian tersebut menjadi nilai lebih dibandingkan kegiatan serupa pada umumnya. Mahasiswa tidak hanya belajar menghasilkan ide bisnis dan produk inovatif, tetapi juga memahami pentingnya aspek legalitas usaha dan jaminan mutu produk sejak dini. Langkah ini sekaligus memberikan pengalaman nyata mengenai proses membangun bisnis yang profesional dan sesuai regulasi.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Berbagai produk dan jasa yang akan ditampilkan lahir dari kreativitas mahasiswa dalam menjawab kebutuhan pasar dan mengangkat potensi lokal. Di antaranya kopi Muria fermentasi buah kawista khas Rembang, manisan tomat sebagai solusi peningkatan nilai tambah hasil pertanian, sambal seafood siap saji, sabun kertas praktis, jasa Medical Assistant untuk pendampingan pasien ke rumah sakit, hingga layanan konsultan furniture yang menawarkan solusi bagi pengusaha meuble yang belum mampu memsarkan produknya secara digital.
Dosen pengampu Mata Kuliah Industri Kreatif yang juga konsultan Halal di Halal Center UMKU Ir. Mu’adzah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan produk, tetapi juga memahami seluruh proses pengembangan usaha secara komprehensif.
“Mahasiswa belajar mulai dari menemukan ide, melakukan validasi pasar, menyusun model bisnis, mengurus legalitas usaha, hingga memastikan produk pangan yang mereka hasilkan memenuhi aspek kehalalan. Dengan demikian, mereka memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi nyata dunia usaha,” ujarnya.
Mahasiswa UMKU di kegiatan Pitching Bisnis dan Expo Industri Kreatif 2026 pada Kamis, 23 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews
Menurut Mu’adzah, keberhasilan mahasiswa memperoleh NIB dan sertifikat halal merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Program Studi Teknik Industri UMKU, Halal Center UMKU, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kudus. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa mendapatkan pendampingan dalam proses perizinan usaha sekaligus fasilitasi pengajuan sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman yang mereka kembangkan.
Kerja sama ini dinilai penting karena memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk dan strategi pemasaran, tetapi juga oleh kepatuhan terhadap regulasi dan kemampuan membangun kepercayaan konsumen.
Selain menjadi ajang pameran produk, kegiatan ini juga menghadirkan sesi pitching bisnis yang akan dinilai oleh dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi. Salah satu juri adalah Ir. Mu’adzah, S.T., M.T., yang pernah meraih penghargaan Progres Bisnis Terbaik pada kompetisi kewirausahaan nasional Wifepreneur 2022 yang diselenggarakan oleh PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Juri lainnya adalah Syahrial Aman, S.T., M.T., peraih Juara II Hyundai Startup Challenge 2022 dan Penghargaan UMKM Terproduktif 2024 dari Bank Indonesia. Serta juri lainnya seperti kaprodi Teknik Industri, Kaprodi Bisnis Digital dan Kaprodi Akuntansi UMKU.
Syahrizal juga sebagai Ketua HKI UMKU menyampaikan bahwa pengalaman membangun bisnis yang legal dan memenuhi standar pasar akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa setelah lulus.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa inovasi harus berjalan beriringan dengan legalitas dan kepercayaan konsumen. Dengan memiliki NIB dan sertifikat halal sejak tahap awal, mereka telah belajar membangun bisnis yang lebih siap untuk berkembang dan memasuki pasar yang lebih luas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Industri UMKU tidak hanya berupaya melahirkan ide-ide bisnis kreatif, tetapi juga menyiapkan mahasiswa menjadi wirausahawan yang memahami aspek inovasi, legalitas, kualitas, dan keberlanjutan usaha. Kolaborasi antara perguruan tinggi, Halal Center, dan pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kewirausahaan yang mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pengembangan ekonomi daerah.(*)