JEPARA, Kaifanews – Sebanyak 160 kepala keluarga di Dukuh Getaan, Desa Cepogo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, kini memperoleh akses air bersih melalui pembangunan sumur bor baru. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi warga yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan air saat musim kemarau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Petinggi Desa Cepogo, Sunaryo, menjelaskan bahwa sumur bor tersebut akan melayani kebutuhan air bersih warga di RT 1 dan RT 2 RW 13. Sebelumnya, masyarakat setempat masih mengandalkan sumur tradisional dan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika kemarau berlangsung cukup lama, wilayah tersebut juga rutin menerima distribusi bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Jepara.

“Semoga keberadaan sumur bor ini dapat membantu masyarakat mengatasi kekurangan air bersih saat musim kemarau,” ujar Sunaryo, Rabu 24 Juni 2026.

Ia menambahkan, pengelolaan fasilitas tersebut akan dilakukan oleh Kelompok Masyarakat Srikandi Bening. Kelompok tersebut tidak hanya bertugas mengatur pemanfaatan air, tetapi juga bertanggung jawab dalam pemeliharaan sarana agar dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Erik Abibon, mengatakan pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Bank Jateng membangun tiga unit sumur bor di Kabupaten Jepara dengan total anggaran mencapai Rp450 juta.

“Ketiga sumur bor tersebut berada di Desa Cepogo, Desa Banjaran, dan Desa Kepuk di Kecamatan Bangsri. Nilai bantuan untuk masing-masing lokasi sebesar Rp150 juta,” jelasnya.

Menurut Erik, persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Jepara. Oleh karena itu, pembangunan sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memenuhi kebutuhan air rumah tangga sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang sering dialami masyarakat.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengapresiasi dukungan yang diberikan Bank Jateng. Ia menilai keberadaan sumur bor akan sangat membantu warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih ketika musim kemarau tiba. Selain itu, ia berharap program serupa dapat terus dilanjutkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Ke depan yang juga diperlukan adalah pembangunan jaringan distribusi air. Semoga program ini dapat berlanjut sehingga akses air bersih menjangkau lebih banyak warga,” katanya.

Masyarakat pun menyambut positif hadirnya fasilitas tersebut. Mutiasih, salah seorang warga Dukuh Getaan, berharap sumur bor dapat menjadi solusi atas permasalahan air bersih yang selama ini terjadi saat kemarau. Senada dengan itu, Rini, pelaku usaha katering di wilayah tersebut, mengaku sering mengalami kendala karena debit air sumur di rumahnya tidak stabil.

“Air sumur di rumah saya sering mengalir tidak lancar. Semoga sumur bor ini bisa membantu memenuhi kebutuhan air warga,” ungkap Rini.

Selain membangun sumur bor, Bank Jateng juga menyalurkan bantuan TJSL berupa tenda UMKM senilai Rp179,2 juta kepada Pemerintah Kabupaten Jepara. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas dan pengembangan usaha para pelaku UMKM di daerah tersebut. (*)