KUDUS, Kaifanews — Upaya meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus mengurangi persoalan sampah plastik mulai digagas di Kabupaten Kudus. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menerima audiensi dari jajaran Aqualux Group di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Senin 4 Mei 2026.
Pertemuan tersebut tak sekadar silaturahmi, tetapi menjadi forum diskusi strategis yang membahas sejumlah isu penting. Mulai dari peningkatan kualitas fasilitas publik, penguatan UMKM, pengembangan program desa, hingga sektor pendidikan.
Salah satu gagasan yang mencuat adalah penyediaan mesin air minum di ruang-ruang publik seperti taman, alun-alun dan instansi pemerintahan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan akses air minum layak sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan.
Marketing Mesin AMDK Aqualux Group, Arif, menjelaskan bahwa pihaknya menawarkan solusi penyediaan mesin air minum dan water treatment plant (WTP), termasuk pengembangan industri air minum dalam kemasan.
“Kami menyampaikan proposal untuk kerja sama penyediaan air minum yang sehat dan ramah lingkungan. Sistemnya bisa fleksibel, seperti pembelian mesin, kerja sama bagi hasil, hingga skema sewa yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Ia memastikan teknologi yang digunakan telah memenuhi standar nasional dan internasional. Mesin yang ditawarkan telah tersertifikasi serta melalui uji laboratorium kesehatan, sehingga kualitas air yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
“Mesin kami sudah berstandar SNI dan ISO 9001, sehingga air yang dihasilkan bersih, sehat, dan layak diminum,” jelasnya.
Sementara itu, Founder Aqualux Group, Suyitno, menekankan bahwa program ini tidak hanya soal penyediaan air minum, tetapi juga bagian dari gerakan perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah plastik.
Menurutnya, keberadaan mesin air minum di fasilitas umum dapat mendorong masyarakat membawa wadah minum sendiri atau menggunakan botol yang dapat dipakai ulang.
“Kami ingin membangun gerakan bersama, bagaimana masyarakat mulai bijak dalam penggunaan plastik. Dari hal sederhana seperti cara kita minum sehari-hari,” paparnya.

Ia juga membuka peluang penyediaan titik pengumpulan botol plastik untuk didaur ulang, sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kalau masyarakat mulai terbiasa membawa tumbler atau membuang botol plastik pada tempatnya untuk didaur ulang, ini akan berdampak besar bagi lingkungan,” tambahnya.
Lebih jauh, Suyitno berharap Kudus bisa menjadi daerah percontohan dalam penyediaan fasilitas air minum publik yang ramah lingkungan, sekaligus membangun citra kota yang bersih dan berkelanjutan.
“Harapannya, Kudus bisa menjadi kota unggul dengan fasilitas air minum yang mudah diakses dan ramah lingkungan. Semua pihak bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Gagasan ini pun dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus menjawab tantangan global terkait sampah plastik. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih diharapkan dapat terwujud secara bertahap.
“Kami ingin mengupayakan bahwa Kabupaten Kudus bisa menjadi kota yang bersih dan bebas dari sampah plastik,” jelas Bupati. (*)








