KUDUS, Kaifanews — Upaya peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Kudus kembali mendapat dorongan signifikan. PT Djarum menyalurkan empat unit ventilator canggih ke RS Mardi Rahayu, Selasa 21 April 2026, sebagai bagian dari kolaborasi strategis lintas sektor yang juga melibatkan Universitas Kristen Duta Wacana.
Perangkat medis yang disalurkan berupa ventilator tipe Hamilton C3 Standard Neo to Adult, yang dapat digunakan untuk berbagai kelompok usia mulai dari bayi hingga dewasa. Kehadiran alat ini dinilai krusial dalam memperkuat layanan perawatan intensif, terutama bagi pasien dengan gangguan pernapasan serius.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
“Dukungan ini kami harapkan bisa membantu rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif,” ujarnya.
Tak hanya berdampak pada layanan medis, kolaborasi ini juga menyentuh sektor pendidikan. RS Mardi Rahayu kini semakin diperkuat perannya sebagai rumah sakit pendidikan satelit bagi mahasiswa Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran UKDW.
Rektor UKDW, Wiyatiningsih, menyebut sinergi ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa kedokteran.
“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan layanan kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam proses pembelajaran mahasiswa,” katanya.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menyambut positif dukungan tersebut. Ia memastikan bahwa ventilator akan dimanfaatkan secara optimal, baik untuk pelayanan pasien maupun menunjang pendidikan tenaga medis.
“Ventilator adalah alat vital di ruang perawatan intensif karena membantu bahkan menggantikan fungsi pernapasan pasien, sehingga sangat berpengaruh terhadap peluang keselamatan,” jelasnya.
Seiring dengan tambahan fasilitas ini, RS Mardi Rahayu juga tengah memperluas kapasitas layanan melalui pembangunan Gedung Rawat Inap Betania. Pengembangan tersebut mencakup unit perawatan intensif terpadu dengan berbagai layanan, mulai dari Pediatric Intensive Care Unit (PICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), hingga High Care Unit (HCU).
Sebagai salah satu rujukan penanganan kecelakaan di Kudus, rumah sakit ini terus memperkuat sistem layanan, mulai dari kecepatan respons hingga kelengkapan peralatan medis.
Kolaborasi antara dunia usaha, institusi pendidikan, dan layanan kesehatan ini pun dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih kuat—tidak hanya menyelamatkan pasien hari ini, tetapi juga menyiapkan tenaga medis yang kompeten di masa depan. (*)








