REMBANG, Kaifanews – Pembangunan Embung Kaliombo di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, dipastikan mulai direalisasikan pada tahun ini. Proyek tersebut akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepastian itu disampaikan dalam sosialisasi pembangunan Embung Kaliombo yang berlangsung di balai desa setempat pada Selasa, 12 Mei 2026. Rencana pembangunan embung mendapat sambutan positif dari masyarakat karena dinilai mampu menjadi solusi atas persoalan ketersediaan air di wilayah tersebut.

Bupati Rembang, Harno, mengapresiasi dukungan warga terhadap proyek pembangunan embung yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian, terutama saat musim kemarau.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung program ini. Dengan adanya embung, hasil pertanian diharapkan meningkat. Jika sebelumnya panen padi hanya sekali, nantinya bisa dua kali. Tanaman lain seperti tembakau juga akan lebih terbantu,” kata Bupati.

Ia juga meminta pihak pelaksana proyek untuk menjaga kualitas pekerjaan dan menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Waktu pengerjaan memang cukup panjang agar prosesnya lebih leluasa dan sesuai tahapan. Namun jangan terlalu santai. Kalau dikerjakan serius, tiga sampai empat bulan sebenarnya bisa selesai,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Tim Pelaksanaan Air Tanah dan Air Baku BBWS Pemali Juana, Ariyanto, mengatakan pembangunan embung merupakan langkah pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air di daerah dengan kondisi geografis kering seperti Rembang.

Menurutnya, Embung Kaliombo nantinya tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air baku dan penunjang irigasi pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru bagi masyarakat.

“Keberadaan embung diharapkan memberi manfaat nyata, mulai dari penyediaan air baku, mendukung irigasi pertanian, hingga membuka peluang wisata,” jelasnya.

Kepala Desa Kaliombo, Ngasmin, juga menyampaikan dukungannya terhadap proyek tersebut. Ia berharap warga sekitar dapat dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan.

“Kami berharap masyarakat lokal bisa ikut terlibat dalam pekerjaan, termasuk warga yang memiliki armada seperti dump truk agar dapat berpartisipasi,” ujarnya.

 Sosialisasi pembangunan itu turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Sulang, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, serta warga yang terdampak pembebasan lahan. (*)