KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kudus bakal menggelar sayembara desain batik untuk dijadikan seragam resmi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan identitas batik khas Kudus yang selama ini belum dimiliki pemerintah daerah.
Ketua Dekranasda Kudus, Endhah Endhayani mengatakan, lomba desain batik itu merupakan tindak lanjut arahan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris agar Kudus memiliki motif batik khusus yang digunakan ASN di lingkungan Pemkab Kudus.
Menurutnya, keberadaan motif batik resmi dinilai penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mengenalkan kekayaan budaya lokal melalui corak dan filosofi khas Kudus.
“Berdasarkan arahan bupati, Kabupaten Kudus belum punya batik khusus untuk ASN. Maka nanti akan diadakan lomba desain batik, dan pemenangnya akan dipakai sebagai seragam batik ASN,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini, Dekranasda masih mematangkan berbagai persiapan teknis perlombaan, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga sistem penjurian. Sayembara tersebut nantinya dibuka secara luas dan tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kudus.
Endhah menjelaskan, masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia dipersilakan ikut berpartisipasi. Informasi perlombaan rencananya akan diumumkan melalui media sosial agar menjangkau lebih banyak peserta kreatif.
Pendaftaran dijadwalkan mulai dibuka pada 1 Juni 2026 dan dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang akan diumumkan panitia.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk menjaring para desainer yang mampu menerjemahkan karakter khas Kudus ke dalam motif batik modern namun tetap sarat makna lokal.
Ia menilai kemampuan mendesain batik tidak selalu dimiliki para pembatik, sehingga pihaknya sengaja membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para desainer kreatif.
“Pengrajin berbeda dengan desainer. Desainer belum tentu bisa membuat batik juga. Maka kami buka luas karena ingin menjaring para desainer, tetapi tetap dengan kriteria tertentu,” jelasnya.

Dalam sayembara tersebut, peserta diwajibkan memasukkan unsur khas Kudus ke dalam desain mereka. Inspirasi motif bisa diambil dari berbagai ikon daerah seperti Menara Kudus, buah parijoto, tradisi masyarakat, desa wisata, kuliner khas, hingga kekayaan flora dan fauna lokal.
Selain mendapatkan hadiah uang pembinaan sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta, karya pemenang juga akan dipatenkan dan berpeluang memperoleh royalti apabila digunakan sebagai seragam resmi ASN Kabupaten Kudus.
“Kami berharap nantinya lahir motif batik yang benar-benar mencerminkan identitas Kudus dan bisa menjadi kebanggaan bersama masyarakat,” tandasnya. (*)








