KUDUS, Kaifanews — Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat mendorong banyak pihak untuk ikut beradaptasi. Melihat kondisi itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muria Kudus (BEM UMK) bersama Alunjiva Indonesia dan Microsoft Elevate menggelar dialog publik serta pelatihan bertajuk “Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif” melalui program EQUAL Batch 2.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Muria Kudus itu diikuti mahasiswa, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga penyandang disabilitas. Fokus utamanya ialah memperluas pemahaman dan keterampilan digital agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir sebagai pembicara utama. Di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, Rektor Universitas Muria Kudus Darsono, serta Founder Alunjiva Indonesia Nicky Clara.

Dalam paparannya, Lestari Moerdijat menilai penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Namun menurutnya, akses dan pelatihan masih belum merata, khususnya bagi kelompok rentan.
“Teknologi akan memberi percepatan besar bagi UMKM maupun kegiatan sosial yang inklusif. Tetapi kemampuan berpikir kritis tetap penting agar manusia tidak sepenuhnya dikendalikan teknologi,” ujarnya pada Kamis 14 Mei 2026.
Ia juga menyinggung data Badan Pusat Statistik tahun 2020 yang menunjukkan sebagian besar penyandang disabilitas masih bekerja di sektor informal karena keterbatasan akses pelatihan digital.
Sementara itu, Rektor UMK Darsono mengingatkan potensi munculnya “jurang kecerdasan digital” apabila penguasaan teknologi hanya dimiliki kelompok tertentu.
Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk meningkatkan produktivitas manusia, bukan menggantikan seluruh peran manusia.
“Pembangunan teknologi digital harus berbasis keadilan data dan mudah diakses semua lapisan masyarakat,” jelasnya.
Selain dialog publik, peserta juga mendapatkan pelatihan praktis untuk mendukung pengembangan usaha maupun kreativitas digital. Sebagai bentuk apresiasi, peserta memperoleh sertifikat elektronik resmi dari Microsoft.
“Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap masyarakat semakin siap menghadapi perubahan zaman sekaligus menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan berdampak nyata bagi berbagai kalangan,” tandasnya. (*)








