KUDUS, Kaifanews – Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo hadir sebagai narasumber utama dalam diskusi pelajar yang digelar di Musholla PCNU Kudus pada Rabu malam 13 Mei 2026. Kegiatan bertema “Kenakalan Remaja dan Upaya Pencegahannya” tersebut diikuti para aktivis IPNU-IPPNU serta pelajar dari berbagai wilayah di Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pemaparannya, Kompol Rendi Johan menyoroti pentingnya keterlibatan pelajar, keluarga, dan lingkungan sekitar dalam mencegah kenakalan remaja yang kini semakin kompleks di tengah perkembangan zaman.

Ia menjelaskan, kenakalan remaja tidak hanya muncul karena faktor internal seperti krisis jati diri, tetapi juga dipengaruhi faktor eksternal, mulai dari pergaulan bebas, media sosial, hingga minimnya pengawasan dari lingkungan sekitar.

“Karena itu dibutuhkan langkah pencegahan yang menyeluruh melalui edukasi, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan,” ungkapnya.

Kompol Rendi Johan juga mengungkapkan bahwa kecenderungan seseorang melakukan tindakan menyimpang dapat dipengaruhi kondisi pribadi, keluarga, maupun lingkungan sosial. Ia menambahkan, paparan media memiliki pengaruh sekitar 30 persen terhadap perilaku generasi Z sehingga pelajar perlu lebih bijak dalam menyaring informasi yang diterima maupun dibagikan.

“Catatan perilaku buruk seseorang bisa menjadi label di masa depan. Maka berhati-hatilah dalam bertindak, karena realita kehidupan tidak selalu sesuai dengan idealisme dan harapan kita,” pesannya.

Ketua PC IPNU Kudus, Abdullah Basar, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keresahan yang dirasakan kalangan pelajar terhadap maraknya kasus kenakalan remaja belakangan ini.

“Fenomena kenakalan remaja kini menjadi perhatian bersama. Karena itu IPNU-IPPNU ingin hadir bukan hanya untuk berdiskusi, tetapi juga ikut mencari solusi,” katanya.

Menurutnya, organisasi pelajar tidak cukup hanya berfokus pada kaderisasi, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

“Kami ingin hadir di tengah pelajar sebagai teman sekaligus penggerak. Kami juga siap bersinergi dengan Polri agar pelajar Kudus tetap berada di jalur yang positif,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Ketua PC IPPNU Kudus, Rizky Nailil Chusna, menegaskan kesiapan IPNU-IPPNU menjadi ruang aman sekaligus wadah pengembangan diri bagi pelajar.

“Kami ingin IPNU-IPPNU menjadi tempat belajar, berkembang, dan saling mengingatkan antar pelajar. Kami juga siap menjadi garda terdepan bersama Polri dalam mencegah kenakalan remaja,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, PC IPNU-IPPNU Kudus berkomitmen terus menghadirkan ruang edukatif bagi pelajar guna mencetak generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki daya saing, karena fondasi masa depan bangsa dan demokrasi berada di tangan generasi muda saat ini. (*)