JEPARA – Kabar duka datang dari sektor industri di Kabupaten Jepara. Sebanyak 670 karyawan PT Samwon Busana Indonesia dipastikan akan kehilangan pekerjaan setelah perusahaan memutuskan menghentikan operasional pabriknya secara permanen mulai 1 Agustus 2026.
Pabrik yang berlokasi di Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamatan, tersebut akan mengakhiri seluruh aktivitas produksi pada akhir Juli 2026. Penutupan ini menjadi pukulan bagi ratusan pekerja yang selama ini menggantungkan penghasilan dari perusahaan garmen tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DinkopUMKNakertrans) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, membenarkan informasi penutupan PT Samwon Busana Indonesia yang telah beroperasi di Jepara sejak tahun 2014.
Menurut Zamroni, keputusan menghentikan operasional diambil oleh manajemen pusat setelah perusahaan mengalami kerugian secara terus-menerus dalam beberapa tahun terakhir.
“Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan perusahaan, selama kurang lebih lima tahun terakhir kondisi usaha terus mengalami kerugian. Oleh karena itu, manajemen pusat memutuskan untuk menutup operasional pabrik Samwon di Jepara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Juli 2026 menjadi bulan terakhir perusahaan beroperasi. Setelah itu, seluruh aktivitas produksi dihentikan dan sekitar 670 karyawan akan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Per 1 Agustus 2026 perusahaan resmi berhenti beroperasi. Dengan kondisi tersebut, sekitar 670 karyawan terpaksa harus di-PHK,” jelasnya.
Selama lebih dari satu dekade beroperasi di Jepara, PT Samwon Busana Indonesia dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur tekstil dan konveksi dengan produk pakaian untuk pasar ekspor. Keberadaannya menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Kecamatan Kalinyamatan.
Penutupan perusahaan ini dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi ekonomi para pekerja beserta keluarganya, sekaligus memengaruhi sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Jepara. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk membantu para pekerja terdampak, baik melalui fasilitasi penempatan kerja baru, pelatihan keterampilan, maupun program pemberdayaan ekonomi.
Dengan berakhirnya operasional PT Samwon Busana Indonesia, Jepara kembali menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas lapangan kerja di tengah dinamika industri manufaktur yang masih menghadapi tekanan ekonomi global. (*)








