Kaifanews — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan motivasi dan penguatan karakter pada generasi muda dengan mengajak para peserta didik untuk terus belajar, optimistis, serta mengembangkan potensi diri sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Program Pagi Ceria merupakan salah satu inisiatif yang positif untuk membangun kebiasaan dengan memulai hari secara ceria, sehat, dan penuh semangat sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Program ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan karakter peserta didik melalui pembiasaan yang konsisten.
Dalam arahannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kemampuan yang unik. Potensi tersebut, menurutnya, akan berkembang menjadi keunggulan apabila diasah dengan kesungguhan dan kerja keras.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa kehebatan tidak selalu diukur dari capaian akademik semata, melainkan dari kemampuan setiap individu menemukan dan mengembangkan dirinya.
“Anak-anakku sekalian, kalian semua akan bisa menjadi anak-anak yang hebat. Kalian semua punya potensi, kemampuan, dan bakat. Bakat itu akan menjadi hebat kalau kalian bersungguh-sungguh mewujudkannya,” ujar Mendikdasmen di Gowa, Sulawesi pada Minggu (15/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan tiga pesan utama sebagai kunci keberhasilan siswa dalam meraih cita-cita. Pertama, mengenali diri sendiri. Ia menekankan bahwa langkah awal untuk menjadi pribadi yang unggul adalah memahami potensi, minat, dan arah pengembangan diri.
“Langkah pertama untuk menjadi anak yang hebat adalah kenali dirimu. Andalah yang paling tahu kemampuan seperti apa yang kalian miliki,” pesannya.
Kedua, membangun rasa percaya diri. Setiap siswa, menurutnya, memiliki peluang untuk unggul sesuai dengan bakatnya masing-masing. Kepercayaan diri menjadi fondasi agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal. Ketiga, disiplin diri (self-discipline).

Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak terlepas dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu arahan dari orang lain. Disiplin dalam mengatur waktu, membedakan hal yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, serta bertanggung jawab atas pilihan diri merupakan bagian penting dari proses menuju keberhasilan.
“Mereka yang sukses adalah mereka yang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dan efektif. Ada waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Kalian sendiri yang mengatur. You are the manager of your own,” tegasnya.
Dalam konteks perkembangan teknologi yang semakin pesat, Mendikdasmen juga mengingatkan bahwa perubahan akan terus terjadi.
Sejumlah pekerjaan mungkin hilang karena transformasi digital, namun pada saat yang sama banyak peluang baru tercipta. Oleh karena itu, siswa didorong untuk adaptif, tidak takut mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
Selain penguasaan kompetensi teknis, ia menekankan pentingnya penguatan soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan lingkungan yang beragam. Menurutnya, keberhasilan seseorang juga ditentukan oleh kemampuan menjalin relasi sosial dan bekerja dalam tim.
“Tidak ada satupun ilmu yang tidak berguna dan tidak ada keterampilan yang tidak bermanfaat. Jika kalian memiliki soft skills yang baik, di manapun berada kalian akan mampu bekerja dengan baik sebagai seorang profesional,” pungkas Mendikdasmen.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, menyampaikan bahwa Program Pagi Ceria di sekolahnya dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut membawa dampak positif, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan waktu dan membangun motivasi siswa untuk datang lebih awal ke sekolah.
Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pagi Ceria bersama Mendikdasmen memberikan pengalaman yang berkesan bagi para siswa.
“Siswa sangat antusias terhadap kunjungan Pak Menteri karena mereka dapat bertemu langsung dan diajak berdialog. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi mereka,” tandasnya.








