KUDUS, Kaifanews — Ribuan anak yatim dari berbagai daerah di Jawa Tengah bersama Bupati Kudus Samani Intakoris berkumpul dalam kegiatan santunan yang digelar oleh PT Sukun Wartono Indonesia di Sukun Sport Center, Gebog, Kudus pada Kamis (5/3/2026) sore.
Kegiatan bertajuk Santunan 10 Ribu Anak Yatim Tahun 2026 tersebut menjadi salah satu agenda sosial besar yang rutin diselenggarakan perusahaan setiap bulan Ramadan.
Program sosial ini menjangkau anak-anak yatim dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Kudus, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Grobogan, Kabupaten Semarang, Demak, serta Kota Salatiga dan Kota Semarang.
Mengusung tema “Jaga Lisan, Jaga Perbuatan. Puasa Aman, Ramadan Nyaman,” kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dalam kegiatan tersebut, perusahaan memberikan santunan secara simbolis kepada 1.000 anak yatim yang hadir langsung di lokasi acara. Sementara santunan lainnya disalurkan melalui jaringan wilayah kerja perusahaan di berbagai daerah.
Suasana haru sekaligus bahagia tampak mewarnai acara tersebut. Anak-anak yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, mulai dari doa bersama hingga prosesi penyerahan santunan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada perusahaan atas komitmennya dalam menjalankan program sosial bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim seperti ini bukan hanya memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menghadirkan semangat kepedulian yang dapat menginspirasi banyak pihak.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus, kami mengucapkan terima kasih. Kegiatan ini bukan hanya membantu meringankan beban anak-anak yatim, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus peduli,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan sosial di masyarakat.
“Semoga kerja sama seperti ini dapat terus terjalin dalam berbagai program kemasyarakatan lainnya, termasuk kegiatan olahraga, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat bagi generasi muda untuk terus belajar dan meraih cita-cita, sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sukun Wartono Indonesia, Yusuf Wartono, menjelaskan bahwa program santunan anak yatim ini telah memasuki tahun ke-9 sejak pertama kali diselenggarakan.
Menurutnya, pada awal pelaksanaan kegiatan ini hanya menjangkau lima daerah. Namun seiring berkembangnya perusahaan, cakupan program diperluas hingga mencakup sepuluh kabupaten dan kota melalui kantor perwakilan di Pati dan Semarang.
Ia menuturkan bahwa program tersebut lahir dari pesan dan filosofi yang diwariskan oleh pendiri perusahaan, yakni “Uri iku Urup”, yang berarti hidup harus memberi manfaat bagi sesama.
“Kami ingin perusahaan ini tidak hanya berkembang dari sisi usaha, tetapi juga terus hadir memberi manfaat bagi masyarakat. Itu pesan yang selalu ditanamkan kepada kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yusuf juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang hadir agar tidak merasa rendah diri dan tetap semangat menuntut ilmu.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar dalam sejarah Islam yang juga tumbuh sebagai anak yatim, seperti Muhammad, Al-Shafi’i, Ahmad ibn Hanbal, dan Muhammad al-Bukhari, yang kemudian mampu memberikan kontribusi besar bagi peradaban.
“Jangan merasa rendah diri. Teruslah belajar dan jangan tinggalkan salat. Ilmu akan mengangkat derajat kalian, dan ibadah akan menjaga ilmu itu agar bermanfaat,” pesannya.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Ia berharap doa dari masyarakat agar perusahaan ini terus berkembang dan mampu memperluas kontribusi sosialnya.
“Kami mohon doa agar perusahaan ini terus maju dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tandasnya.








