KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat pembangunan kembali Jembatan Menawan di Kecamatan Gebog agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi jalur vital bagi mobilitas warga sehingga ditargetkan sudah dapat dilalui sebelum Hari Raya Idulfitri 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan percepatan pembangunan dilakukan karena jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas harian masyarakat, terutama akses ekonomi dan sosial warga desa setempat.
“Ini akses penting bagi warga, sehingga kita upayakan sebelum Lebaran sudah bisa dilewati. Mudah-mudahan cuaca juga mendukung proses pengerjaan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (14/3/2026).
Diketahui, jembatan yang terakhir dibangun pada 2016 tersebut mulai mengalami kerusakan hingga ambrol pada 12 Januari 2026 lalu.
Kerusakan dipicu faktor usia konstruksi serta derasnya arus sungai yang menggerus bagian penyangga hingga akhirnya mengalami penurunan struktur.
Akibat kerusakan tersebut, aktivitas warga terutama di wilayah RW 4 Desa Menawan sempat terganggu karena jalur utama mereka terputus.
Sebagai solusi sementara, warga bersama aparat keamanan setempat seperti Bhabinkamtibmas dan Babinsa berinisiatif membangun jembatan darurat dari bambu pada 25 Januari 2026.
Upaya swadaya tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meskipun dengan keterbatasan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus Harry Wibowo menjelaskan, pada awalnya pembangunan jembatan sempat direncanakan dikerjakan oleh TNI. Namun rencana tersebut berubah setelah adanya arahan untuk pembangunan jembatan dengan model konstruksi berbeda.
“Awalnya memang direncanakan dikerjakan oleh TNI, tetapi kemudian ada arahan untuk pembangunan jembatan model armco sehingga pengerjaan dikembalikan ke Pemkab Kudus,” jelasnya.
Pemkab Kudus sendiri sebelumnya juga telah mengajukan proposal bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersamaan dengan usulan pembangunan sejumlah jembatan lainnya yang membutuhkan penanganan.
Jika dilakukan pembangunan total sesuai perencanaan awal, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Bahkan jika dibangun dengan konstruksi baru secara menyeluruh, estimasi biaya dapat mencapai Rp4 miliar.
Namun karena kebutuhan masyarakat yang mendesak, pemerintah daerah memilih langkah percepatan dengan memanfaatkan anggaran pemeliharaan rutin agar jembatan dapat segera digunakan kembali.
“Kami lakukan penanganan dengan sistem selimut beton yang dikombinasikan dengan pasangan batu agar konstruksi lebih kuat dan bisa segera difungsikan,” terangnya.
Untuk penanganan tahap awal ini, anggaran yang dialokasikan berkisar antara Rp200 juta hingga Rp300 juta. Hingga awal Maret 2026, progres pengerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 10 persen.
Secara teknis, jembatan tersebut memiliki panjang bentang sekitar delapan hingga 10 meter dengan lebar kurang lebih empat meter. Sementara fondasi abutmen memiliki lebar sekitar 3,5 meter dengan tinggi mencapai sekitar lima meter.
Pemkab Kudus optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu apabila kondisi cuaca mendukung sehingga masyarakat dapat kembali menggunakan jalur tersebut untuk menunjang aktivitas, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
“Kita targetkan sebelum Lebaran sudah bisa dimanfaatkan masyarakat karena akses ini memang sangat dibutuhkan,” tandasnya. (*)








