KUDUS, Kaifanews – Gelaran Kampung Ramadhan di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, menjadi magnet baru bagi masyarakat selama bulan suci. Tak hanya menghadirkan suasana ngabuburit yang semarak, kegiatan ini juga sukses mendorong perputaran ekonomi warga hingga ratusan juta rupiah.
Berdasarkan data panitia dan pengelola, total perputaran uang selama pelaksanaan yang berlangsung sekitar 25 hari ditaksir mencapai lebih dari Rp600 juta. Angka tersebut berasal dari puluhan pelaku UMKM yang membuka lapak kuliner dan aneka jajanan khas Ramadhan.
Setiap sore menjelang waktu berbuka, kawasan Kampung Ramadhan dipadati pengunjung. Beragam menu, mulai dari takjil tradisional, makanan berat, hingga minuman kekinian, menjadi daya tarik utama. Kondisi ini membuat para pedagang mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan dibanding hari biasa.
Kepala Desa Demaan, Mukhlisin, mengaku bangga atas antusiasme warga dan capaian yang diraih. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang jual beli, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat.
“Ini bukan sekadar acara, melainkan bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan konsep serupa akan terus dikembangkan agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
“Ke depan akan kami kembangkan, tidak hanya saat Ramadhan, tapi setiap bulan sekali di awal bulan. Untuk format dan nama, nanti akan kita rapatkan kembali,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari Plt Camat Kota, Aris Eko Purnomo, yang turut hadir meninjau langsung aktivitas di lokasi. Ia mengapresiasi inisiatif warga dalam menciptakan kegiatan produktif yang berdampak ekonomi.
“Bagus sekali, di situasi seperti ini Desa Demaan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang sangat membantu para pelaku UMKM berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BUMDes “Semanah Berkah”, Ahmad Ikhwan, menyampaikan bahwa capaian perputaran ekonomi tersebut bukan tanpa perhitungan. Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata omzet harian dari seluruh pedagang mencapai sekitar Rp25 juta.
“Jika dikalikan selama 25 hari, maka totalnya bisa mencapai sekitar Rp600 jutaan. Ini tentu menjadi capaian yang luar biasa untuk kegiatan perdana,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi peran aktif para pedagang yang telah menjaga kualitas produk dan pelayanan sehingga mampu menarik minat pengunjung.
Di sisi lain, para pelaku usaha kecil merasakan langsung dampak positif dari kegiatan ini. Salah satu pedagang, Bagus, mengaku bersyukur dengan ramainya pembeli setiap hari.
“Alhamdulillah, pembeli ramai terus. Ini sangat membantu, apalagi menjelang Hari Raya. Jadi ada tambahan untuk kebutuhan Lebaran,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Kampung Ramadhan juga menghadirkan nuansa kebersamaan yang kental. Kegiatan berbagi takjil, interaksi antarwarga, hingga momen buka puasa bersama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gelaran ini.
Dengan capaian tersebut, Kampung Ramadhan Demaan dinilai berhasil menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat mampu menciptakan kegiatan produktif yang berdampak luas. Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda musiman, tetapi juga ikon baru penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Kudus. (*)








