KUDUS, Kaifanews — Atmosfer kompetisi Piala Perbasi Kudus 2026 kian memanas saat rangkaian pertandingan memasuki fase krusial di lapangan Makodim 0722/Kudus pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejak sore hingga malam, sejumlah laga dari kategori pelajar tersaji sengit, sekaligus menjadi ajang pembuktian kemampuan dan mental para atlet muda.

Turnamen yang digelar oleh Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Kudus ini mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari SD, SMP hingga SMA, baik putra maupun putri. Selain itu, kemeriahan juga ditambah dengan battle supporter yang melibatkan kreativitas para pendukung tim.

Hasil pertandingan pada laga final SD 1 Barongan Kudus harus mengakui keunggulan SD Masehi Kudus dengan skor akhir 20-45.

Pertandingan kemudian berlanjut ke kategori SMP putri antara SMP Masehi Kudus menghadapi SMP Keluarga Kudus A dengan skor 21-38.

Memasuki sore hari, pada kategori SMA putri SMA Negeri 1 Jekulo menang telak atas SMA Kanisius Kudus 96-11.

Intensitas pertandingan semakin meningkat saat babak final SMP putra mempertemukan SMP Negeri 1 Kudus kontra SMP Keluarga Kudus A skor akhir 32-38.

Puncak pertandingan berlangsung pada malam hari melalui partai final SMA putra. Kedua tim tampil beringas demi meraih prestasi tertinggi hingga akhirnya SMA Negeri 2 Kudus berhasil mengalahkan SMA Masehi Kudus dengan skor akhir 38-33.

Ketua Pengkab Perbasi Kabupaten Kudus, Agus Santoso, menegaskan bahwa turnamen ini tidak sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet.

“Kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana atlet mendapatkan jam terbang dan pengalaman bertanding yang cukup,” ujarnya.

Berlangsung Ketat! Piala Perbasi Kudus Jadi Ajang Pemanasan Sebelum Popda 2026
Suasana Piala Perbasi Kudus 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia menambahkan, aspek mental menjadi fokus utama dalam turnamen ini, mengingat para atlet akan segera menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 Mei 2026.

“Melalui turnamen ini, kami ingin melatih mental bertanding para atlet agar lebih siap menghadapi tekanan di kompetisi selanjutnya, terkhusus yang paling dekat saat Popda nanti,” katanya.

Tak hanya di lapangan, antusiasme penonton juga terlihat tinggi. Sorak-sorai suporter yang memadati area lapangan Makodim Kudus menambah semarak jalannya pertandingan, terutama saat sesi battle supporter yang digelar pada malam hari.

Agus berharap, melalui ajang ini akan lahir bibit-bibit atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa atlet Kudus tidak hanya siap secara teknik, tetapi juga kuat secara mental ketika tampil di ajang yang lebih tinggi,” tandasnya. (*)