KUDUS, Kaifanews — Ratusan peserta dari berbagai unsur mengikuti kegiatan kerja bakti bersih-bersih Kali Sili di Kelurahan Kajeksan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus pada Minggu, 1 November 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna Kelurahan Kajeksan ini melibatkan pemerintah daerah, warga, komunitas peduli lingkungan hingga jajaran TNI-Polri Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut hadir dalam kegiatan tersebut mendukung penataan kawasan Kali Sili sebagai ruang publik yang bersih dan nyaman.

Sam’ani mengapresiasi inisiatif para pemuda yang menggerakkan warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, gerakan semacam ini perlu terus diperkuat agar kepedulian masyarakat tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Ini langkah yang sangat luar biasa. Karang Taruna Kajeksan menginisiasi kegiatan ini dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kudus. Ini menjadi bentuk edukasi sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk hidup bersih,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan gerakan tersebut dengan karakter Kelurahan Kajeksan yang mengusung nilai religi. Menurut Sam’ani, menjaga kebersihan lingkungan merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tagline Kelurahan Kajeksan itu religi. Kebersihan juga bagian dari iman. Karena itu, mari kita bergerak bersama supaya masyarakat semakin peduli dan membiasakan hidup bersih,” jelasnya.

Pihaknya menyebut Kali Sili memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih tertata. Ia mendukung gagasan penataan bantaran sungai dengan taman yang dapat dimanfaatkan warga untuk beraktivitas dan berinteraksi.

Menurutnya, sungai tidak seharusnya dipandang hanya sebagai jalur aliran air. Jika dikelola dengan baik, kawasan di sekitarnya dapat menjadi ruang rekreasi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

“Anak-anak muda harus membangun kesadaran bahwa sungai ini tidak hanya sekadar tempat air mengalir. Sungai juga bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi, pusat rekreasi, dan menggerakkan perekonomian,” jelasnya.

Ia membuka peluang pengembangan kawasan Kali Sili melalui penataan taman di tepi sungai. Keberadaan taman tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha kuliner dan kedai kopi.

“Rencananya, sepanjang Kali Sili ini akan di tata. Nanti kalau sudah ada tamannya, bisa ada kedai kopi dan UMKM juga berjalan,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan pemuda dalam penataan lingkungan dapat memberikan manfaat lebih luas. Selain menciptakan kawasan yang bersih, kegiatan tersebut berpeluang menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan membuka kesempatan kerja bagi generasi muda.

Sam’ani juga mengingatkan agar anak muda tidak memandang sebelah mata usaha kecil yang tumbuh dari kreativitas mereka sendiri. Menurutnya, usaha seperti berwiraswasta dapat menjadi sarana belajar sekaligus jalan untuk memperoleh pendapatan ekonomi.

“Anak muda jangan hanya bergerak untuk kegiatan sosial, tetapi juga harus berani berkarya dan membangun usaha. Jangan menganggap jualan itu sesuatu yang biasa. Itu langkah bagus untuk belajar bekerja, berwirausaha, dan mendapatkan penghasilan,” tegasnya.

Selain mendorong penataan kawasan, Sam’ani menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi banjir pada musim hujan.

Ia mengatakan, pembersihan sungai perlu berjalan beriringan dengan upaya pemeliharaan dan normalisasi yang dilakukan pemerintah daerah. Langkah tersebut penting untuk menjaga fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko gangguan aliran akibat sampah maupun material yang menumpuk.

“Ini juga dalam rangka mengantisipasi banjir pada musim hujan. Pemerintah melalui DPUPR terus melakukan upaya pembersihan dan normalisasi sungai,” katanya.

Ia turut mengapresiasi kekompakan warga, termasuk ibu-ibu PKK yang mendukung kegiatan dengan menyiapkan konsumsi bagi para peserta. Baginya, kolaborasi lintas unsur menjadi modal penting untuk mewujudkan kawasan permukiman yang lebih tertata.

“Kalau Kajeksan ini bisa ditata dengan baik, insyaallah dapat menjadi contoh yang baik bagi kawasan perkotaan. Kuncinya, semua pihak harus kompak dan memiliki kepedulian yang sama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Kudus Harry Wibowo menjelaskan, pihaknya mengerahkan alat berat untuk mendukung kegiatan Bersih-Bersih Kali Sili. Dukungan tersebut dilakukan agar proses pembersihan sungai dapat berjalan lebih efektif.

“Pada kegiatan bersih-bersih Kali Sili ini, kami menurunkan puluhan pekerja kami serta satu unit alat berat ekskavator,” jelas Harry.

Selain alat berat, kegiatan tersebut didukung tiga truk pengangkut sampah dari PKPLH Kabupaten Kudus. Armada itu disiapkan untuk membantu mengangkut sampah yang terkumpul selama kegiatan berlangsung.