KUDUS, Kaifanews – Sebuah destinasi kuliner unik di Kabupaten Kudus tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tempat tersebut adalah Pasar Sarwono Kudus, sebuah pasar tradisional bernuansa alam yang berlokasi di tengah hutan jati Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dan uniknya tempat ini hanya buka satu kali dalam sebulan buka setiap Minggu Legi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keunikan konsep yang ditawarkan membuat banyak pengunjung penasaran. Tidak seperti pasar pada umumnya, Pasar Sarwono menghadirkan pengalaman berbelanja dan menikmati kuliner khas dengan suasana alami, dikelilingi pepohonan rindang dan udara segar khas hutan.

Pengelola Pasar Sarwono, Tri Budi Wahono, menyampaikan ingin menghidupkan kembali tradisi pasar rakyat dengan nuansa alam yang kental. Tidak sekadar sebagai tempat transaksi, pasar ini juga dihadirkan sebagai ruang rekreasi yang sarat nilai edukasi bagi masyarakat. Menekankan pentingnya sentuhan kearifan lokal dalam setiap konsep yang diusung.

Dengan tiket masuk yang terjangkau, yakni Rp 5.000, pengunjung sudah dapat merasakan suasana alam sekaligus menikmati berbagai aktivitas menarik di area pasar. Menariknya, sistem pembayaran di tempat ini menggunakan koin bambu khusus dengan nilai Rp 2.000 per keping. Namun, jika koin habis, transaksi tetap bisa

dilakukan menggunakan uang tunai. Sementara itu, sisa koin yang tidak terpakai dapat ditukarkan kembali sebelum pengunjung meninggalkan lokasi.

Pasar ini biasanya digelar pada waktu setiap Minggu Legi setiap bulan, sehingga pengunjung harus menyesuaikan jadwal jika ingin datang. Justru karena keterbatasan waktu buka inilah, daya tarik Pasar Sarwono semakin meningkat dan menciptakan kesan eksklusif bagi para pemburu wisata kuliner.

Beragam jajanan tradisional khas Jawa bisa ditemukan di sini, mulai dari makanan ringan hingga hidangan berat yang jarang ditemui di pasar modern. Para penjual pun umumnya menggunakan konsep tradisional, baik dari segi penyajian maupun peralatan, sehingga menambah nuansa autentik.

Suasana Pasar Sarwono di Penuhi Dengan Pengunjung. Sumber: Pasar Sarwono.

Daya pikat utama pasar ini ada pada beragam kuliner tradisional lawas yang mampu menggugah selera. Hidangan seperti sego jagung, sego pecel, hingga sego begono disajikan hangat dengan alas daun jati yang menambah kesan khas. Selain itu, tersedia pula aneka minuman tradisional seperti wedhang coro, wedhang uwuh, kunir asem, serta es kuwut yang menyegarkan.

Tak hanya itu, aneka jajanan pasar seperti klepon, apem, gethuk, sentiling, hingga grontol dan aneka godokan turut memanjakan lidah. Semua disajikan di lapak-lapak yang ditata secara alami dengan sentuhan estetika yang menarik.

Selain kuliner, pengunjung juga dapat menikmati suasana santai di alam terbuka. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berfoto, berkumpul bersama keluarga, hingga sekadar melepas penat dari rutinitas harian.

Fenomena viralnya Pasar Sarwono tak lepas dari unggahan para pengunjung di media sosial yang menampilkan suasana unik pasar di tengah hutan. Hal ini kemudian menarik minat wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan merasakan langsung pengalaman berbeda tersebut.

Pasar Sarwono kini berkembang menjadi salah satu simbol wisata budaya di Kudus yang memadukan unsur edukasi, hiburan, sekaligus pelestarian tradisi dalam satu pengalaman utuh. Bagi yang ingin menikmati suasana khas masa lalu di tengah alam terbuka, tempat ini sangat cocok dijadikan tujuan berlibur, terutama saat akhir pekan bertepatan dengan Minggu Legi.

Dengan konsep yang menggabungkan kuliner tradisional dan wisata alam, Pasar Sarwono Kudus menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi, terutama bagi pecinta wisata anti-mainstream. Namun, karena hanya buka sebulan sekali, calon pengunjung disarankan untuk mencari informasi jadwal terlebih dahulu agar tidak ketinggalan momen. (*)