KUDUS, Kaifanews – Dua tim muda Indonesia, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, menunjukkan performa yang menarik perhatian selama gelaran Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena Kudus.
Di balik penampilan para pemain muda tersebut, Coach Takumi Taniguchi dari Jepang melihat potensi besar yang masih bisa dikembangkan untuk membawa sepak bola putri Indonesia bersaing lebih jauh di level internasional.
Menurut Coach Takumi, perkembangan yang ditunjukkan kedua tim menjadi hal positif. Ia melihat para pemain memiliki kemampuan yang cukup menjanjikan, meski masih terdapat sejumlah aspek yang harus terus diperbaiki.
“Melihat performa dari kedua tim, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, yang saya pegang, memang luar biasa. Banyak pemain-pemain yang bagus juga,” ujar Coach Takumi usai konferensi pers pada Kamis 21 Agustus 2026.
Ia menilai potensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun tim yang lebih kuat. Namun, potensi saja menurutnya belum cukup apabila tidak diikuti proses pengembangan yang berkelanjutan.
“Pastinya masih banyak yang harus diperbaiki lagi. Tapi ketika kita melihat potensi yang ada dan bisa naik terus sesuai dengan yang diharapkan, pastinya kedua tim ini bisa menjadi tim yang kuat dan bisa bersaing di level dunia,” katanya.
Pandangan tersebut tidak lepas dari pengalaman Jepang dalam membangun sepak bolanya. Negeri Sakura saat ini dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola Asia dan pernah menjadi juara Piala Dunia putri. Menurut Coach Takumi, pencapaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun.
“Kalau kita ngomongin Jepang, levelnya sudah tinggi, sudah pernah juara Piala Dunia juga. Tapi Jepang bisa sampai di titik itu karena perjuangan yang sudah lama dan dibangun dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Pengalaman tersebut membuat Coach Takumi melihat adanya kemiripan dalam hal potensi yang dimiliki Indonesia. Selama berada di Indonesia sekitar dua hingga tiga tahun, ia mengaku semakin melihat besarnya potensi pemain muda Tanah Air.
“Selama saya berada di sini sekitar dua sampai tiga tahun, melihat potensi Indonesia yang ada ini potensinya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa hasil besar tidak dapat diperoleh hanya dalam waktu singkat. Diperlukan proses yang terus berjalan, mulai dari pembinaan pemain, peningkatan kualitas permainan, hingga pengembangan sistem secara bertahap.
Menurutnya, apabila proses tersebut terus dilakukan dan potensi yang ada dikembangkan sedikit demi sedikit, Indonesia memiliki peluang untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih besar pada masa mendatang.
“Kalau terus dilanjutkan dan dikembangkan sedikit demi sedikit, terus-menerus, ini akan menjadi hasil yang luar biasa dengan melihat potensi yang ada yang bisa dilihat dari sekarang,” tuturnya.
Kehadiran Milklife Soccer Challenge, Hydroplus Soccer League, Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara di Srikandi Merdeka Cup 2026 pun menjadi salah satu kesempatan bagi pemain muda Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan menghadapi persaingan yang lebih kompetitif.
Bagi Coach Takumi, pengalaman seperti itu penting sebagai bagian dari perjalanan panjang. Ia berharap perkembangan yang terlihat saat ini dapat terus dijaga sehingga para pemain tidak berhenti pada pencapaian di turnamen, tetapi mampu berkembang menjadi pesepak bola yang siap menghadapi persaingan di level internasional.
“Dengan proses dan potensi pemain yang sudah terlihat, saya percaya masa depan sepak bola putri Indonesia dapat berkembang lebih jauh apabila pembinaan dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” tandasnya.









