KUDUS, Kaifanews – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kudus Endhah Sam’ani Intakoris hadir dalam Gebyar Posyandu SUN dan Gerakan Makan Lahap di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa 21 Juli 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan hasil kolaborasi dengan PT Indofood melalui brand SUN itu memberikan edukasi kepada orang tua tentang pemberian makanan yang tepat, sehat, dan bergizi bagi anak.

Bupati Sam’ani berterima kasih kepada SUN dan Indofood yang telah memberikan pemahaman kepada ibu-ibu soal asupan gizi balita. Ia menyebut filosofi SUN sederhana, sebelum memberi makan anak, orang tua diminta menyun atau mencium anak terlebih dahulu.

“Tentunya sebelum ibu-ibu memberi makan sama anaknya, disun dulu. Setelah disun baru dikasih makanan untuk anak-anaknya. Dicium dulu ya sama anak-anaknya baru diberikan,” kata Sam’ani.

Bupati Kudus Ingatkan Filosofi SUN: Cium Dulu Anak Sebelum Disuapi
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua Pembina Posyandu Endhah Sam’ani Intakoris pada Gebyar Posyandu SUN di Pendapa Kudus, Selasa 21 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya sekali, tetapi berkelanjutan. Menurutnya ibu-ibu dengan balita perlu terus diedukasi agar memahami makanan yang cocok untuk mendukung tumbuh kembang.

“Anak-anak ini akan menjadi generasi yang kita cita-citakan, akan menjadi generasi emas di tahun 2045,” tutur Sam’ani.

Sam’ani menyebut angka stunting Kudus pada triwulan I 2026 turun menjadi 3,7 persen. Capaian itu merupakan kerja keras semua pihak, mulai dari kader posyandu tingkat desa, Dinas Kesehatan, hingga orang tua.

“Angka stunting Kabupaten Kudus ini sudah turun berkat dukungan teman-teman semuanya, terutama ibu-ibu posyandu, dinas kesehatan, dan seluruh kader sampai tingkat desa,” jelas Sam’ani.

Bupati Kudus Ingatkan Filosofi SUN: Cium Dulu Anak Sebelum Disuapi
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Ketua Pembina Posyandu Endhah Sam’ani Intakoris pada Gebyar Posyandu SUN di Pendapa Kudus, Selasa 21 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Atas penurunan itu, Kudus mendapatkan insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp66 miliar sebagai dukungan tambahan keuangan daerah. Ia meminta seluruh pihak tetap menjaga kolaborasi demi mewujudkan Kudus bebas stunting.

Sam’ani juga mengingatkan kedekatan historis Indofood dengan Kudus karena pendirinya Liem Sioe Liong atau Sudono Salim merupakan orang Kudus. Ia berharap taman belakang pendapa yang sedang ditata bisa dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi serupa.

“Indofood ini yang punya orang Kudus. Pak Liem Sioe Liong tumbuh dan berkembang di Kudus dan anaknya yang saat ini memegang sebagai pimpinan, Anthoni Salim lahir di Kabupaten Kudus,” imbuh Sam’ani.

Bupati Kudus Ingatkan Filosofi SUN: Cium Dulu Anak Sebelum Disuapi
Ratusan kader posyandu dan ibu balita mengikuti Gerakan Makan Lahap bersama SUN dan PT Indofood di Pendapa Kudus. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Sementara Ketua TP Posyandu Kudus Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan program ini akan berlanjut dengan mengangkat makanan lokal sebagai bahan MPASI. Kolaborasi SUN dengan pangan lokal seperti soto Kudus diharapkan membuat anak yang susah makan tetap lahap karena rasa yang familiar.

“Ini kan masih dengan kolaborasi antara SUN dengan kita punya bahan lokal yang kita mau pakai. Di sini ada makanan khas kita adalah soto, itu supaya anak-anak juga bisa menerima,” papar Endhah.

Ia menambahkan SUN dalam bentuk bubur yang diperkaya protein dan sayur bisa menjadi solusi bagi anak yang belum bisa mengonsumsi makanan bertekstur keras.

“Harapannya ini juga sebagai bentuk untuk pengentasan stunting di Kabupaten Kudus yang sudah mulai berjalan,” pungkas Endhah. (*)