KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mempertemukan Aliansi Suporter Persiku dengan manajemen PT Relasi Sport Muria Indonesia (PT RESMI) untuk membahas berbagai persoalan pengelolaan Persiku Kudus. Pertemuan berlangsung di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog setelah sebelumnya Aliansi Suporter Kudus menyampaikan enam tuntutan terbuka kepada PT RESMI. Enam kelompok yang tergabung dalam aliansi itu meliputi Suporter Macan Muria (SMM), Keluarga Cemara, South Gate, Murians Tiger Boys (MTB), B2, dan Catenaccio Kudus.
Dalam tuntutannya, suporter meminta adanya audiensi terbuka dengan jajaran manajemen, mempertahankan identitas Persiku, membangun komunikasi publik yang transparan, memberikan akses kepada suporter ketika Persiku menjalani laga kandang di luar Kudus, menerapkan prinsip meritokrasi dalam pengelolaan manajemen, serta melibatkan elemen suporter dalam keputusan yang berkaitan langsung dengan kepentingan mereka.
Bupati Sam’ani kemudian mengambil peran sebagai penengah dengan mempertemukan kedua pihak. Ia mengajak manajemen dan suporter mengedepankan musyawarah serta komunikasi yang baik untuk mencari jalan terbaik bagi keberlangsungan Persiku.
“Pesannya sengkuyung bareng untuk Persiku, kita harus saling terbuka dan memberikan yang terbaik untuk semua,” ujar Sam’ani saat audiensi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, perbedaan pandangan yang muncul antara manajemen dan suporter perlu diselesaikan melalui komunikasi. Persiku, kata dia, memiliki posisi khusus bagi masyarakat Kudus karena telah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan daerah.
Karena itu, menjaga nama, identitas, serta keberadaan Persiku menjadi tanggung jawab bersama. Persoalan yang muncul di internal klub diharapkan tidak justru membuat hubungan antara manajemen, suporter, dan berbagai pihak yang berkepentingan semakin berjarak.
“Menjaga identitas Persiku yang sudah melekat sebagai kebanggaan masyarakat Kudus menjadi komitmen bersama,” kata Sam’ani.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga mendorong manajemen PT RESMI untuk membangun tata kelola yang lebih terbuka. Pengambilan keputusan terkait klub diharapkan dilakukan secara transparan dengan membuka ruang komunikasi dan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, termasuk suporter.
Hal tersebut sejalan dengan salah satu tuntutan Aliansi Suporter Kudus yang meminta seluruh elemen suporter dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan kepentingan dan aktivitas suporter.
Selain persoalan komunikasi, keberadaan homebase Persiku juga menjadi perhatian. Sam’ani mendorong suporter untuk bersabar karena stadion Wergu Wetan sedang dalam tahap renovasi menuju stadion dengan standar FIFA.
“Semoga Persiku tetap memiliki tempat yang dapat menjadi basis klub sekaligus ruang bagi suporter untuk memberikan dukungan secara langsung,” jelasnya.
Dukungan terhadap Persiku, menurutnya, perlu dijaga dalam koridor yang positif. Suporter memiliki peran penting dalam memberikan energi bagi tim, tetapi dukungan tersebut juga diharapkan tetap dilakukan secara baik dan bijak.
“Dengan sinergi dan pendampingan bersama, Persiku diharapkan terus eksis dan semakin maju. Suporter juga tetap memberikan dukungan dengan baik dan bijak,” tuturnya.
Pertemuan antara suporter dan manajemen ini diharapkan menjadi awal perbaikan komunikasi kedua pihak. Enam tuntutan yang sebelumnya disampaikan suporter tidak lagi berhenti sebagai surat terbuka, tetapi menjadi bahan pembahasan bersama untuk mencari langkah konkret bagi pengelolaan Persiku ke depan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kudus, keberlangsungan Persiku membutuhkan dukungan seluruh pihak. Manajemen dituntut menjalankan klub secara profesional dan transparan, sementara suporter diharapkan terus menjadi bagian dari perjalanan klub dengan memberikan dukungan secara konstruktif.
“Dengan duduk bersama, persoalan yang sebelumnya berpotensi melebar diharapkan dapat diselesaikan melalui musyawarah. Tujuannya sama, yakni menjaga Persiku tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kudus dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tandasnya.








