KUDUS, Kaifanews — Suasana lereng Pegunungan Muria dipenuhi semangat kebersamaan saat ratusan pecinta alam mengikuti pendakian massal menuju Puncak 29 (Songo Likur), Sabtu, 18 Juli 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie itu diikuti sekitar 550 pendaki, termasuk sekitar 150 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Sam’ani juga mendaki bersama istri dan anaknya. Pendakian turut melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, Karang Taruna, komunitas pecinta alam, tenaga kesehatan, PKK, relawan, hingga masyarakat umum.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin pendakian massal menuju Puncak 29 bersama sekitar 550 peserta, Sabtu, 18 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Sebelum pendakian dimulai, Sam’ani mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengenalkan sekaligus menjaga kelestarian kawasan Pegunungan Muria.

Menurutnya, Puncak 29 merupakan salah satu anugerah alam yang dimiliki Kabupaten Kudus dan memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam unggulan.

“Hari ini kita naik bersama-sama ke Puncak 29. Ini adalah rahmat Allah SWT, karunia yang harus kita jaga dan kita pelihara bersama. Mari kita jaga lingkungan agar tetap lestari,” ujar Sam’ani.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin pendakian massal menuju Puncak 29 bersama sekitar 550 peserta, Sabtu, 18 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia berharap kegiatan tersebut membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Desa Rahtawu dan sekitarnya, melalui meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan wisata alam Muria.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi warga Rahtawu dan sekitarnya sehingga Puncak 29 semakin dikenal sebagai destinasi wisata Kabupaten Kudus. Kalau wisatanya maju, ekonomi masyarakat juga akan ikut tumbuh,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sam’ani juga mengajak seluruh peserta ikut menjadi duta promosi wisata. Ia meminta setiap pendaki membagikan pengalaman dan keindahan Puncak 29 melalui media sosial masing-masing agar semakin banyak orang mengenal potensi wisata Kudus.

“Kita eksplor, lalu kita ekspos. Semuanya diunggah ke media sosial masing-masing. Biar semakin banyak yang tahu bahwa Kudus punya alam yang luar biasa,” ucapnya disambut antusias peserta.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi prosedur keselamatan selama pendakian serta menjaga kebersihan kawasan gunung dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun merusak vegetasi.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin pendakian massal menuju Puncak 29 bersama sekitar 550 peserta, Sabtu, 18 Juli 2026. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Karang Taruna, komunitas pecinta alam, tenaga kesehatan, hingga relawan yang turut memastikan pendakian berlangsung aman.

Sementara itu, salah seorang peserta pendakian dari Universitas Muria Kudus (UMK), Levi, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pendakian bersama ratusan peserta menghadirkan pengalaman berbeda dibanding mendaki secara mandiri.

“Seru sekali karena dilakukan bersama-sama. Suasananya penuh kebersamaan, saling menyemangati selama perjalanan menuju puncak. Selain menikmati keindahan alam Muria, kami juga bisa bertemu banyak teman dari berbagai komunitas dan instansi. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan karena sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kudus,” ungkapnya.

Melalui pendakian massal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap Puncak 29 semakin dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Pegunungan Muria yang mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan lereng gunung. (*)