TURIN, Kaifanews – Klub promosi penuh kejutan, Como 1907, sukses mengguncang panggung Serie A setelah secara tak terduga menumbangkan raksasa Juventus dengan skor telak 2-0 di Allianz Stadium pada Sabtu (21/2/2026) malam waktu setempat.
Di bawah arahan dingin pelatih Cesc Fabregas, pasukan I Lariani tampil digdaya dengan organisasi pertahanan yang solid serta serangan balik mematikan yang memaksa tim asuhan Thiago Motta menelan kekalahan memalukan di hadapan pendukungnya sendiri.
Kemenangan bersejarah ini tidak hanya mengamankan poin krusial bagi Como untuk menjauh dari zona degradasi, tetapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa proyek ambisius klub milik pengusaha Indonesia tersebut mampu meruntuhkan dominasi klub-klub mapan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Juventus yang mendominasi penguasaan bola sejak menit awal justru terlihat frustrasi menghadapi blok rendah yang diterapkan oleh Fabregas. Como berhasil mencuri keunggulan di babak pertama melalui skema transisi cepat yang gagal diantisipasi oleh lini belakang Si Nyonya Tua.
Setelah unggul, Como tidak mengendurkan tekanan dan justru berhasil menggandakan keunggulan di pertengahan babak kedua melalui skema bola mati. Juventus mencoba memasukkan beberapa pemain menyerang, namun disiplin tinggi pemain belakang Como membuat skor 0-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
“Kami datang ke sini dengan rencana yang jelas dan keberanian besar untuk menguasai ruang. Menang di Turin bukan hanya soal poin, tapi soal mentalitas bahwa tim ini layak berada di level tertinggi kompetisi Italia,” ujar Cesc Fabregas dalam konferensi pers usai laga.
Pelatih berkebangsaan Spanyol itu memuji kerja keras anak asuhnya yang mampu meredam kreativitas lini tengah Juventus sepanjang pertandingan. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari proses latihan yang sangat detail selama satu pekan terakhir.
“Kami tahu Juventus akan menekan, jadi kami membiarkan mereka membawa bola namun menutup setiap jalur umpan ke kotak penalti kami. Setiap pemain menjalankan tugasnya dengan sempurna hari ini, mereka adalah pahlawan bagi kota Como,” tambah Fabregas.
Di sisi lain, Thiago Motta tampak sangat kecewa dengan performa anak asuhnya yang dinilai kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Ia mengakui bahwa Como bermain jauh lebih efektif dan klinis dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada.
“Ini adalah hasil yang menyakitkan bagi kami semua karena kami tidak tampil pada level yang seharusnya. Como layak menang karena mereka memiliki rasa lapar yang lebih besar di lapangan malam ini,” tegas Thiago Motta.
Kekalahan ini membuat posisi Juventus di papan atas klasemen terancam oleh para pesaingnya yang terus menguntit. Sementara bagi Como, tambahan tiga poin ini semakin mengukuhkan posisi mereka di papan tengah sekaligus meningkatkan kepercayaan diri tim untuk menghadapi laga-laga besar berikutnya.
Statistik Pertandingan Juventus vs Como (0-2)
| Statistik Utama | Juventus | Como 1907 |
| Skor Akhir | 0 | 2 |
| Penguasaan Bola | 64% | 36% |
| Total Tembakan | 14 | 7 |
| Tembakan ke Gawang | 3 | 5 |
| Tendangan Sudut | 8 | 2 |








