KUDUS, Kaifanews — Renovasi Taman Watika Mandapa di belakang Pendapa Kabupaten Kudus segera rampung. Taman yang dibangun dengan dukungan pendanaan Djarum Foundation tersebut disiapkan menjadi ruang publik gratis dengan fasilitas bermain sekaligus edukasi bagi anak-anak dan masyarakat.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris meninjau langsung progres pengerjaan taman itu pada Senin, 19 Oktober 2026. Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi area satwa, tempat bermain anak atau playground, serta amfiteater untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Sam’ani menyampaikan apresiasi kepada Djarum Foundation yang telah mendanai renovasi taman tersebut secara penuh. Ia berharap keberadaan taman dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setelah pembangunan selesai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Djarum melalui Djarum Foundation karena renovasi dan pembangunan Taman Pendapa Belakang ini didanai 100 persen. Semoga setelah selesai, taman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Sam’ani.
Menurutnya, taman tersebut tidak hanya ditujukan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak. Pemerintah Kabupaten Kudus ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan anak-anak bermain sekaligus mengenal lingkungan di sekitarnya.
Taman Gratis, Anak Bisa Bermain Sambil Belajar
Sam’ani menjelaskan, Taman Watika Mandapa direncanakan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga masyarakat umum.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu membayar tiket untuk menikmati fasilitas taman tersebut.
“Gratis. Pendapa Kabupaten Kudus ini milik rakyat, sehingga taman ini juga kami harapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Salah satu daya tarik taman tersebut ialah keberadaan area satwa. Sejumlah satwa, termasuk rusa dan berbagai jenis burung, direncanakan menjadi bagian dari fasilitas edukasi bagi pengunjung.
Sam’ani berharap anak-anak dapat mengenal satwa secara langsung melalui kunjungan ke taman. Dengan begitu, kegiatan rekreasi juga bisa menjadi kesempatan untuk menambah pengetahuan di luar lingkungan sekolah.
“Di sini nanti ada rusa, burung merah, dan satwa lainnya. Ini menjadi bentuk edukasi bagi anak-anak, supaya mereka bisa bermain sekaligus belajar,” jelasnya.
Keberadaan playground juga diharapkan memberikan ruang bagi anak-anak untuk beraktivitas, sedangkan amfiteater dapat menunjang kegiatan bersama di kawasan taman.
Pengunjung Boleh Makan, Sampah Harus Dijaga
Selain fasilitas bermain dan edukasi, Sam’ani juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan taman setelah nantinya dibuka untuk umum.
Pengunjung diperbolehkan membawa makanan untuk dinikmati di kawasan taman. Namun, kebebasan tersebut harus diikuti tanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan.
“Boleh makan di sini, tetapi sampahnya jangan ditinggalkan. Kita harus sama-sama menjaga kebersihan taman ini,” pesannya.
Pemkab Kudus berharap Taman Watika Mandapa dapat menjadi ruang publik yang nyaman bagi keluarga, pelajar, dan masyarakat.
Dengan akses gratis serta fasilitas bermain dan edukasi, taman di belakang Pendapa Kabupaten Kudus itu diharapkan menjadi salah satu pilihan warga untuk menghabiskan waktu sekaligus mengenalkan anak-anak pada lingkungan dan satwa. (*)









