KUDUS, Kaifanews — SMP 3 Kudus menunjukkan kiprah apik dalam ajang Independent Futsal League (IFL) Series 1 Batch Kudus 2026 kategori SMP yang digelar di GOR Bung Karno Kudus. Mengirimkan dua tim sekaligus, masing-masing tim putra dan putri, SMP 3 Kudus berhasil membawa pulang sejumlah prestasi dari turnamen tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dua tim yang diturunkan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengasah mental kompetisi. Menariknya, mayoritas pemain yang dibawa SMP 3 Kudus masih tergolong pemain muda karena banyak di antaranya merupakan siswa kelas 7.

Pelatih yang menangani SMP 3 Kudus di IFL, M. Zulfa Khoirur Rikza atau coach Rizza menilai IFL Series 1 Batch Kudus 2026 menjadi turnamen yang memberikan pengalaman positif bagi para pemain. Ia mengapresiasi penyelenggara yang dinilainya mampu mempersiapkan pertandingan dengan baik sejak awal hingga kompetisi berakhir.

“Turnamen futsal yang sangat bagus, dari sesi penataan jadwal, venue bertanding, juga panpel yang selalu siap sedia jika kita butuhkan. Dari awal sampai akhir, luar biasa,” ujarnya saat ditemui pada Rabu 2 September 2026.

Menurutnya, keikutsertaan dua tim dalam satu turnamen memberikan pengalaman berharga bagi para pemain SMP 3 Kudus. Apalagi, tim yang diturunkan tidak sepenuhnya diisi pemain senior. Sejumlah siswa kelas 7 justru mendapat kesempatan tampil dan memberikan kontribusi di tengah persaingan.

“Alhamdulillah di turnamen ini SMP 3 Kudus bisa mengirimkan dua tim, satu tim putra dan satu tim putri. Anak-anak banyak sekali pengalaman bertanding. Rata-rata kita kebanyakan anak-anak kelas 7 atau baru masuk SMP, jadi anak-anak yang baru tapi mampu memberikan kontribusi yang baik untuk tim,” katanya.

Hasilnya pun cukup membanggakan. Tim putra SMP 3 Kudus berhasil keluar sebagai juara pertama, sedangkan tim putri yang menggunakan nama Spegaku Balistha menempati posisi runner-up atau juara kedua.

Selain prestasi tim, sejumlah pemain SMP 3 Kudus juga mencatatkan capaian individu. Ahmad Boy Simanjuntak, siswa kelas 7, berhasil meraih dua penghargaan sekaligus. Ia dinobatkan sebagai Best Player SMP/MTs sekaligus Top Skor SMP/MTs setelah mencetak delapan gol sepanjang turnamen.

Sementara itu, penghargaan Best Player Putri diraih Elora Zanuba Chofsah, siswi kelas 8. Dari sisi dukungan di tribun, suporter SMP 3 Kudus yang dikenal dengan nama 3kufans juga berhasil menjadi Juara 1 Supporter SMP/MTs.

Rentetan capaian tersebut menjadi modal positif bagi pembinaan futsal di lingkungan SMP 3 Kudus. Menurut coach Rizza, hasil turnamen tidak seharusnya membuat para pemain cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pemicu untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

“Semoga bisa terus konsisten, terus semangat berlatih dan tidak cepat puas sampai di sini. Perjalanan masih panjang, nikmati terus prosesnya,” tandasnya.