KUDUS, Kaifanews — Dua calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang sebelumnya masuk dalam daftar keberangkatan dilaporkan wafat. Posisi keduanya kini telah digantikan oleh jemaah cadangan.
Plt. Kementerian Haji dan Umrah Kudus, Masruroch, menyampaikan bahwa proses penggantian dilakukan sekitar satu hingga dua bulan lalu.
“Kemarin ada dua yang wafat, dan sudah digantikan oleh cadangan yang naik,” ujarnya saat ditemui pada Senin 13 April 2026.
Dengan sistem tersebut, kuota jemaah haji Kudus tetap terpenuhi tanpa mengurangi jumlah total yang telah ditetapkan.
“Penggantian jemaah menjadi bagian dari mekanisme resmi untuk memastikan seluruh kuota dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.
Pihaknya mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan dan saat berada di Tanah Suci, terutama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Masruroch, mengingatkan pentingnya kesiapan fisik selama menjalankan ibadah haji.
“Kesehatan adalah yang utama karena di sana membutuhkan kondisi fisik yang kuat,” katanya.
Ia juga mengimbau jemaah untuk rutin menggunakan masker, menjaga asupan cairan agar tidak dehidrasi, serta mempersiapkan mental menghadapi situasi padat dan antrean panjang selama ibadah.
“Semua harus banyak bersabar, karena di sana pasti ramai dan penuh antrean,” ucapnya.
Selain itu, jemaah juga diminta memperbanyak doa dan istigfar agar diberi kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Banyak berdoa dan istigfar agar diberikan kemudahan dan keselamatan,” tandasnya. (*)








