KUDUS, Kaifanews – Ikut serta dalam kegiatan Studentpreneur Bootcamp 2026, dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam tiga kategori perlombaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mahasiswa program studi (prodi) S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMKU, Marchellino Hanif Firmansyah dengan produk furniture Parvaiz Woodcraft, meraih Juara 1 untuk kategori Proposal Bisnis Craft dan Juara 2 Bisnis Craft.

Kemudian ada pula mahasiswa prodi S1 Keperawatan UMKU, Bai’atu Izza dengan produk fashion I.W.A Style, mendapat Juara 2 kategori Bisnis Fashion.

Kepala Biro Karir Biro Kemahasiswaan UMKU, Edi Wibowo Suwandi S.Kep., Ns. M.Kep. bersyukur atas hasil tersebut, terlebih penentuan juara merupakan hasil dari penilian juri.

“Sebelum mengikuti kegiatan, kami sudah memberikan pendampingan kepada mahasiswa, tapi hasil itu di luar prediksi kami. Kami sangat bersyukur,” ujar Edi saat dimintai keterangan pada Selasa 20 Juli 2026.

Ia melanjutkan, salah satu nilai lebih dari produk kedua mahasiswa UMKU ada di kreativitas. Seperti produk furniture Marchel, kayu jati bisa diolah menjadi tumbler, kotak makan, papan nama, sendok garpu, hingga lukisan.

Bahkan salah satu karya Marchel berupa lukisan, dibeli langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia (RI) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. saat menghadiri pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Lalu untuk produk fashion karya Izza, ia mampu memanfaatkan kain Troso khas Kabupaten Jepara menjadi baju, outerware, sampai seragam kekinian.

“Produk-produk yang dibawa mahasiswa UMKU dalam kegiatan Studentpreneur Bootcamp 2026 hampir semuanya terjual, bahkan ada yang langsung pesan untuk dibuatkan seragam,” ungkap Edi.

Ia menilai, Studentpreneur Bootcamp selalu memberikan wadah bagi para mahasiswa dalam mengembangkan bisnisnya.

Melalui kegiatan yang digelar Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) tiap tahun ini, mempertemukan mahasiswa dengan pembeli dari berbagai wilayah.

Setelah ini, Edi menegaskan bahwa UMKU akan terus menggali bakat-bakat kewirausahaan mahasiswa. Bukan hanya di bidang makanan dan minuman, tapi juga di bidang lain yang lebih unik.

“Kami akan terus memberikan pendampingan, membantu dalam proses perizinan, serta membantu mengembangkan usaha tiap mahasiswa,” tandasnya.

Sebagai informasi, Studentpreneur Bootcamp 2026 diikuti oleh 35 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Berbagai produk wirausaha mahasiswa diperkenalkan dalam kegiatan yang diselenggarakan MCEBI. (*)