DEMAK, Kaifanews — Dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan santri usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu penanganan serius dari aparat. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tampak telah dipasangi garis polisi pada Minggu, 19 April 2026. Dapur SPPG tersebut Kini resmi dihentikan sementara operasionalnya oleh pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan.
Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri dari sejumlah pondok pesantren mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, dan pusing, beberapa saat setelah menyantap makanan yang disediakan melalui program MBG. Para korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Koordinator wilayah SPPG Demak, Muzani Ali, menyampaikan bahwa makanan tersebut didistribusikan sehari sebelum para korban mulai merasakan gejala. Keluhan baru muncul pada Minggu pagi setelah makanan dikonsumsi.
“Berdasarkan hasil pemantauan Puskesmas Kebonagung hari ini, pasien yang masuk ke fasilitas kesehatan, termasuk di PKU Gubug dan lainnya, total mencapai 95 orang yang menjalani rawat inap,” ujar Ali dalam keterangan Persnya.
Adapun detail korban yang diduga mengalami keracunan sebagai berikut :
1. Ponpes Bustanul Qur’an sebanyak 68 orang, dengan 33 menjalani rawat jalan dan 35 lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan.
2. Ponpes Asnawiyah tercatat 97 korban, terdiri dari 67 orang menjalani pengobatan jalan dan 24 dirujuk ke faskes.
3. Ponpes Hidayatul Mubtadiin terdapat 10 korban yang ditangani di lingkungan pesantren.
4. Ponpes Al Ma’arif, jumlah korban mencapai 5 orang, dengan sebagian menjalani rawat jalan dan lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan.
5. Selain itu, terdapat 6 korban lain, di mana 4 menjalani pengobatan dan 2 dirujuk ke faskes.
Terkait penyebab dugaan keracunan massal tersebut, Ali menyebut pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium. “Kami juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Demak untuk melakukan penelusuran dan observasi atas kejadian ini,” ujar Ali.
Hingga saat ini, kondisi para santri yang sempat dirawat dilaporkan mulai membaik. Meski demikian, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor jika mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan dari sumber tertentu.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat. Aparat memastikan hasil investigasi akan disampaikan secara transparan kepada publik setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. (*)








