KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Jadi ke-477 Kota Kudus tahun 2026. Perayaan tahun ini mengusung tema besar “Urup Nguripi” sebagai identitas tunggal visual daerah. Menariknya, sketsa awal logo ini merupakan coretan tangan langsung dari Bupati Kudus untuk melambangkan visi kepemimpinannya.
Logo tersebut mengombinasikan angka 477 dengan simbol-simbol lokal yang memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat. Pilihan tema “Urup Nguripi” diambil dari bahasa Jawa yang berarti menyala dan menghidupi sesama. Hal ini mencerminkan semangat bersama untuk saling berbuat baik tanpa membeda-bedakan golongan.
Bagian atas logo menampilkan angka “4” yang dimodifikasi menyerupai bentuk api yang sedang menyala. Simbol ini menggambarkan komitmen Pemerintah Kabupaten Kudus untuk terus membangun kesejahteraan warga. Semangat yang tak kunjung padam ini mencakup sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga ekonomi.
Selanjutnya, angka “77” divisualisasikan sebagai dua tiang kokoh yang saling menyangga satu sama lain. Visual ini melambangkan kehidupan harmonis warga Kudus yang terbiasa saling bantu atau gotong royong. Sikap saling “songgo” ini diharapkan mampu mewujudkan Kota Kudus yang sejahtera dan religius.
Unsur lokalitas semakin kuat dengan hadirnya bentuk “daun tembakau” pada bagian bawah angka tersebut. Daun tembakau ini melambangkan Kudus sebagai Kota Kretek yang menjadi penopang utama mata pencaharian warga. Industri ini terbukti memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan daerah maupun kemajuan Indonesia.
Pemerintah juga menyisipkan nilai religius dalam filosofi tagline “Urup Nguripi” melalui referensi ayat Al-Qur’an. Makna berbuat baik kepada sesama sejatinya adalah berbuat baik untuk diri sendiri. Pesan moral ini diambil dari Surat Al-Isra’ ayat 7 sebagai landasan spiritualitas masyarakat.
Melalui logo ini, Bupati berharap seluruh warga Kudus terinspirasi untuk terus hidup menghidupi. Sinergi antara pemerintah dan rakyat menjadi kunci utama dalam mencapai harmoni kehidupan. Peringatan ke-477 ini menjadi momentum refleksi untuk terus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. (*)








