KUDUS, Kaifanews — Menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi tahun ini, Paguyuban Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rukun Sejahtera Kecamatan Undaan menggelar pertemuan bersama Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus.
Pertemuan tersebut menjadi forum penting bagi para petani untuk memperkuat koordinasi sekaligus merumuskan strategi menjaga produktivitas pertanian.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana dialog terbuka itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo bersama jajaran staf serta para penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Selain sebagai ajang silaturahmi antarpetani, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas langkah konkret dalam mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) serta upaya peningkatan produksi padi di Kecamatan Undaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kabupaten Kudus.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri mengingatkan para petani agar lebih waspada terhadap dampak musim kemarau, khususnya terkait ketersediaan air untuk lahan persawahan.
Ia menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan risiko kekeringan, termasuk melalui program perbaikan sarana dan prasarana pengairan seperti Irigasi Perpompaan (Irpom), Irigasi Perpipaan (Irpip), serta Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
“Kami mendorong petani untuk lebih siap menghadapi kemungkinan kemarau panjang. Pemerintah juga sudah melakukan inventarisasi dan identifikasi wilayah rawan kekeringan agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih awal,” ujarnya saat ditemui Selasa 7 April 2026.
Selain infrastruktur pengairan, pemerintah juga memastikan dukungan sarana produksi pertanian tetap tersedia, seperti bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, serta pupuk bersubsidi yang dapat diakses petani sesuai ketentuan.
Menurutnya, ketersediaan sarana tersebut diharapkan mampu membantu petani menjaga stabilitas produksi meskipun menghadapi tantangan cuaca.
Melalui pertemuan tersebut, para petani juga diharapkan semakin solid dalam menjaga produktivitas pertanian demi mendukung ketahanan pangan daerah, khususnya di Kecamatan Undaan yang memiliki peran strategis sebagai sentra produksi padi di Kudus.
“Kami berharap petani tetap semangat meningkatkan produksi dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah agar sektor pertanian tetap kuat meski menghadapi tantangan musim,” tandasnya. (*)








