SEMARANG, Kaifanews — Tekanan terasa sejak awal laga, seolah setiap menit menjadi penentu nasib PSIS Semarang di kompetisi musim ini. Bermain di Stadion Jatidiri, Sabtu 25 April 2026 malam, tim berjuluk Mahesa Jenar akhirnya menemukan celah untuk bertahan meski harus menunggu hingga babak kedua.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menghadapi Kendal Tornado FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026, tuan rumah dipaksa bekerja keras sepanjang pertandingan. Serangan demi serangan dibangun, tetapi rapatnya lini belakang lawan membuat peluang sulit dikonversi menjadi gol.

Kebuntuan itu baru pecah selepas satu jam pertandingan berjalan. Pelanggaran di area terlarang memberi kesempatan emas bagi PSIS untuk memecah kebuntuan. Alberto Goncalves yang dipercaya sebagai eksekutor tampil dingin, mengirim bola ke gawang dan memastikan keunggulan 1-0.

Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga. Namun dampaknya jauh lebih besar dari sekadar skor, karena kemenangan ini menjaga peluang PSIS untuk keluar dari tekanan papan bawah.

Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi PSIS dalam upaya bertahan di kompetisi. Di tengah tekanan klasemen, satu gol dari Beto cukup untuk menjaga harapan tetap hidup.

Kami berterima kasih pada manajemen, pemain dan suporter yang sudah luar biasa berjuang pada malam ini,” tegas pelatih Kas Hartadi usai laga.

Di sisi lain, Kendal Tornado sebenarnya tampil ngotot. Pelatih, Stefan Rullin Keeltjes, mengakui timnya sudah berjuang maksimal meski hasil belum berpihak.

“Kami kecewa dengan hasilnya, tapi pemain sudah berusaha. Banyak peluang yang seharusnya bisa jadi gol,” jelasnya.

Ia juga menyebut rotasi pemain yang dilakukan merupakan bagian dari proses seleksi untuk membangun kekuatan tim ke depan.

“Kami beri kesempatan pemain lain, tapi tetap fight. Kami tidak main-main, semua ingin menang,” tandasnya. (*)