GAZA – Kelompok pejuang Palestina, Hamas, secara resmi menyatakan apresiasi tinggi dan menyambut terbuka rencana Pemerintah Indonesia untuk mengerahkan sedikitnya 8.000 prajurit TNI sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB ke Jalur Gaza pada Jumat (13/2).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pernyataan yang disampaikan melalui saluran komunikasi resmi di Qatar tersebut menekankan bahwa kehadiran Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia dianggap memiliki bobot moral yang kuat untuk memastikan keamanan warga sipil dan mengawal distribusi bantuan kemanusiaan tanpa intervensi pihak lain.

Respons positif ini menjadi katalisator penting bagi proses diplomasi internasional di tengah upaya gencatan senjata permanen, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi krusial sebagai jembatan perdamaian di kawasan Timur Tengah yang selama ini terus didera konflik berkepanjangan.

Hamas menilai komitmen Indonesia bukan sekadar dukungan politik, melainkan langkah nyata yang sangat dibutuhkan oleh rakyat Palestina saat ini. Kehadiran pasukan dari negara yang memiliki kedekatan emosional dan sejarah panjang dengan Palestina dianggap akan memberikan rasa aman yang lebih besar bagi penduduk lokal.

Hamdan menyatakan, pihaknya telah berbicara dengan Indonesia mengenai rencana pengerahan pasukan ke Gaza.

“Peran pasukan internasional harus berada di perbatasan Jalur Gaza,” kata Hamdan dikutip dari laporan koresponden internasional Timur Tengah, Ariel Oseran, di platform X.

Dia menambahkan, pasukan internasional juga tidak boleh  mengambil posisi yang bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina atau menjadi pengganti pendudukan Israel.

“Saya mendengar pesan ini dengan jelas dari pihak-pihak Indonesia, karena mereka menegaskan bahwa mereka tidak akan menjadi pihak yang menerapkan agenda Israel apa pun di sektor tersebut,” papar Hamda, sebagaimana dilansir Khaberni, Kamis (12/2/2026).

Dukungan Hamas ini muncul setelah pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan militer dalam skala besar untuk mengawal mandat perdamaian PBB.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza.

“Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu. Totalnya kurang lebih sekitar 20.000. Total ya,” kata Prasetyo, di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan posisi teguh Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui keterlibatan aktif di kancah diplomasi internasional.

Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump dipandang sebagai langkah strategis untuk memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina dari dalam forum global.