KUDUS, Kaifanews — Sebanyak 51 calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) pada musim haji 2026. Pemerintah memastikan kelompok ini mendapatkan prioritas utama dalam pemberangkatan ke Tanah Suci guna mendukung kelancaran ibadah.
Meski demikian, hingga saat ini tercatat baru 21 orang lansia yang telah resmi melunasi biaya haji mereka. Bagi 30 jemaah lansia lainnya, kementerian memberikan waktu untuk segera menyelesaikan kewajiban finansial mereka sebelum tenggat waktu berakhir.
Plt. Kementerian Haji dan Umrah Kudus, Masruroch, menjelaskan bahwa lansia tetap menjadi prioritas dalam pemberangkatan, meskipun harus melalui mekanisme antrean (waiting list).
“Lansia memang masuk prioritas, tapi tetap harus melalui proses. Yang sudah lunas bisa langsung masuk daftar berangkat,” jelasnya saat ditemui pada Senin 13 April 2026.
Bagi lansia yang membutuhkan pendamping, pemerintah juga memberikan kebijakan khusus dengan memperbolehkan satu orang pendamping untuk mendampingi selama pelaksanaan ibadah haji.
“Kami berharap jemaah lansia dapat segera melengkapi persyaratan agar bisa berangkat sesuai jadwal yang ditentukan,” tandasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 1.999 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kudus dipastikan siap berangkat pada musim haji 2026.
Sosialisasi mengenai teknis pendampingan terus dilakukan kepada pihak keluarga jemaah agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi. Pastikan seluruh dokumen medis jemaah lansia juga telah masuk dalam pangkalan data kesehatan kementerian untuk memudahkan penanganan. (*)








